Pemerintah Kota Padang resmi menerapkan penyekatan akses masuk di perbatasan kota pada Selasa (13/7). Dalam penyekatan kali ini, terdapat empat titik lokasi penyekatan yang di pusatkan oleh Pemerintah Kota Padang. Dua di antaranya terletak di wilayah perbatasan antara Kota Padang dengan Kabupaten Padang Pariaman. Selanjutnya, satu pos di perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang, kemudian di perbatasan Kota Padang dengan Solok.
Penyekatan kali ini sebagai bagian dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang diberlakukan oleh Kota Padang. Dari Pantauan Ganto di daerah perbatasan Lubuk Buaya dan Kabupaten Padang Pariaman, penyekatan dilakukan oleh unsur petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sarial TH, salah seorang petugas lapangan dari Dinas Perhubungan menuturkan penyekatan dimulai pada pukul 08.00 WIB. "Kami memberlakukan penyekatan pada pagi tadi, dan tadi malam kami belum memberlakukan penyekatan," tuturnya.
Sarial menambahkan bagi masyarakat yang mau memasuki Kota Padang wajib memperlihatkan bukti vaksinasi dan surat PCR.
Menanggapi penyekatan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Padang, Rival salah seorang pengendara yang akan bertujuan ke Bandara BIM menuturkan kesulitan yang dialaminya. "Saya tinggal di Padang, dan itu pun saya tinggal menyewa. Dan KTP saya dari Padang, tadi saat saya ditanya oleh petugas mau masuk kota Padang wajib memperlihatkan bukti vaksinasi dan surat PCR, sedangkan saya saat ini belum vaksinasi," tuturnya.
Rival juga menyebut penyekatan kali ini juga sangat merepotkan, melihat posisi dia saat ini. "Karena mau Rapid test juga akan mengeluarkan uang," ujarnya.
Sejalan dengan Rival, salah seorang pengendara yang berprofesi sebagai sales yang tidak mau namanya disebutkan juga menuturkan kesulitan yang ia alami saat pemberlakuan penyekatan di Kota Padang.
"Saya sendiri bekerja sebagai sales, dan tiap hari saya akan keluar masuk Padang. Dan atas pemberlakuan penyekatan ini saya sangat kesulitan, karena saya belum vaksin. Tadi saya berencana vaksinasi di RM. Lamuan Ombak, tapi peserta sangat banyak. Hal ini membuat saya tidak jadi vaksin karena saya tidak memiliki waktu yang lama, karena saat itu saya masih bekerja," ujarnya.
Dia juga menyebut, perusahaan tempat dia bekerja sudah menyurati instansi terkait untuk melakukan vaksinasi, tapi belum ada balasan dari instansi tersebut. Hal ini membuat dia sampai saat ini belum melakukan vaksinasi.
Komentar (0)