Unit Kegiatan (UK) Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui unggahan di akun instagramnya, @wp2sospolunp memberikan pernyataan sikap atas upaya pelemahan KPK secara terstruktur, sistematis, dan masif melalui tes wawasan kebangsaan,Selasa (8/6).
Dalam unggahan tersebut tertulis, WP2SOSPOL menyatakan sikap bahwa:
1. Turut berduka cita untuk Garda Terdepan Pemberantasan Korupsi Indonesia atas hilangnya Independensi Kelembagaan yang ditandai dengan ditetapkannya Dewan Pengawas Lembaga KPK dan pemecatan 51 orang pegawai berintegritas tinggi.
2.Mengutuk keras atas adanya upaya nyata pelemahan yang terus terjadi kepada tubuh KPK secara terstruktur, sistematis dan masif yang mengindikasi adanya upaya perlawanan pihak koruptif terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
3.Secara persisten menolak Pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan sebagai Tahapan Seleksi Pegawai KPK dalam Proses Alih Status Kepegawaian KPK menjadi Aparatur Sipil Negara dengan menggunakan pernyataan-pernyataan kontroversial dan isu-isu radikalisme dan Taliban yang menjadi polemik terkait keabsahan Tes Wawasan Kebangsaan.
4.Menuntut Ketegasan Presiden RI Joko Widodo dalam menindak Pimpinan KPK, BKN, dan Kementerian–RB yang dengan nyata telah melakukan pembangkangan terhadap presiden dan putusan MK terkait Alih StatusKepegawaian tidak boleh rugikan Hak Pegawai KPK.
Dalam unggahannya WP2SOSPOL memberikan tagar (#saveKPK,#ReformasiDikorupsi, #Beranijujurpecat).Selain itu, IG @wp2sospolunp juga men tag IG Presiden RI @jokowi, @official.kpk, @bkngoidofficial dan belasan UKM yang ada di UNP. Salah satu UKM, yaitu Unit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPKK) bahkan sempat merepost unggahan tersebut di instastory UPKK @upkk_unp.
Selain itu, akun IG @alditriokta milik Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP 1.2, juga turut merepost unggahan tersebut di instastorynya, dengan menuliskan "Innalillahi wa innailaihi hiroji'un," di atas unggahannya.
Namun tak bertahan lama, tak sampai 24 jam, postingan tersebut kemudian dihapus dari IG WP2SOSPOL. Bahkan, IG UPKK juga melakukan demikian. Mencoba mengkonfirmasi hal tersebut, Ganto menghubungi Ketua Umum WP2SOSPOL, Anthoni Steven yang juga menandatangani Pernyataan sikap tersebut. Akan tetapi, sampai berita ini ditulis, Anthoni tidak memberikan jawaban.
Komentar (0)