Unit Kegiatan Kerohanian (UKK) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kajian Islam Pedia dengan mengusung tema "Story of Muhammad SAW: The Night Journey (al-Isra Wal Mi'raj)" melalui platform Zoom Meeting, Senin (15/3).
Ustadz Kieren Akbar selaku penceramah mengatakan peristiwa isra dan miraj ini adalah peristiwa yang luar biasa dan sangat berpengaruh pada dakwah islam, baik secara psikologi Rasulullah, emosional, dan materi.
Ustadz Kieren Akbar juga menyampaikan latar belakang terjadinya peristiwa isra miraj. Pertama, pada tahun ketujuh kenabian, keluarga Rasulullah di boikot oleh suku Quraish, mereka tidak diperbolehkan untuk berinteraksi, berjual beli, dan menikahkan keluarga mereka.
"Peristiwa ini terjadi selama tiga tahun membuat para sahabat dan keluarga Nabi Muhammad SAW sangat kesusahan," tambahnya.
Kedua, peristiwa isra miraj ini terjadi setelah wafatnya Abu Thalib, paman dari Rasulullah SAW dan wafatnya Khadijah. Hal ini sangat berpengaruh kepada sosial politik dakwah islam secara garis besar karena Abu Thalib merupakan kepala suku Bani Hasyim, sedangkan Khadijah adalah pendukung dakwah Rasulullah yang sangat luar biasa.
Ketiga, Rasulullah pergi berdakwah ke kota Taif. Namun, orang-orang Taif tidak menerima dakwah Rasulullah. Bahkan, anak-anak dan hamba sahaya melempari Rasulullah SAW.
"Dakwah Rasulullah tidak diterima oleh semua orang, termasuk ketika beliau berdakwah di kota Taif. Orang-orang Taif, bahkan anak-anak dan hamba sahaya melempari Rasulullah SAW dengan batu," jelasnya.
Komentar (0)