Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2021, Tempo Media Grup kembali mengadakan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia's SDG Talks dengan tema "Perempuan dan Iklim untuk Masa Depan yang Setara" secara vitual dalam bentuk diskusi peluncuran studi "Leveraging Climate Finance for Gender Equality and Proverty Reduction"oleh Cifor dan Innovative Financing Lab melaluiplatform Zoom Meeting dan Streaming Youtube,Jumat (12/3).
Dalam pembukaannya, David Irianto selaku moderator sekaligus CO- Founder Greatmind.id, menyampaikan bahwa mitigasi dan adaptasi perubahan iklim memiliki dampak terhadap gender dan berbagai kelompok sosial ekonomi, "Dimana perempuan adalah yang paling terdampak oleh bencana alam terkait perubahan iklim," ujarnya.
Sejalan dengan David, Muhammad Ihsan selaku Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Perumusan Kebijakan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI, menjelaskan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada tahun 2020 Indonesia mengalami sekitar 2.952 bencana yang berdampak pada berbagai sektor dan kelompok, termasuk perempuan. Berdasarkan hal itu, perempuan memiliki posisi yang kurang diuntungkan dalam perubahan iklim.
"Dampak perubahan iklim yang dialami perempuan adalah kerentanan berbasis gender, seperti 80% korban tsunami Aceh adalah perempuan dan kesehatan reproduksi 15-20% wanita hamil mengalami komplikasi sebagai dampak bencana alam di Indonesia," jelasnya.
karena itu, Ihsan mengatakan bahwa pengarusutamaan gender kini menjadi strategi nasional dalam pembangunan dan telah masuk ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh sektor pembangunan termasuk pembangunan yang mitigasi, dampak perubahan iklim dan adaptasinya.
Komentar (0)