Semangat 500 peserta Seminar Nasional Bidik Misi memenuhi teater tertutup Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP). Seminar bertemakan Membentuk Karakter Mahasiswa Bidik Misi di Bawah Naungan Pancasila diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Bidik Misi Indonesia (IKBMI), Sabtu (2/5) dan dihadiri mahasiswa dari enam universitas penerima Bidik Misi (BM) di Sumatera Barat yaitu UNP, Universitas Andalas (Unand), Politeknik Pertanian Unand Payakumbuh, Politeknik Negeri Padang, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padang. "Nilai seseorang tidak dilihat dari penampilan, jabatan atau yang lainnya tapi dari kepribadian dan budi pekerti." Kalimat yang dikutip dari salah satu pemateri, Drs. H. Wandra Ilyas, MM dari Bagian Kurikulum Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Sabtu (2/5).
Tujuan diangkatnya acara ini menurut ketua pelaksana, Rizki Adam adalah untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa penerima BM dan dapat membentuk mahasiswa yang bertanggung jawab secara moral sesuai pancasila. "Diharapkan dapat mempererat hubungan antar mahasiswa BM dan dapat semakin sukses untuk berkarya" ujar Rizki, Sabtu (2/5). Meskipun acara bejalan cukup lancar, masih ada beberapa kendala, diantaranya pendanaan karena acara masih inisiatif dari mahasiswa BM sendiri dan belum ada pengelola resmi yang akan mengkoordinatornya.
Seminar ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Seperti yang disampaikan Wiwi Ovalina, mahasiswa BM jurusan Manajemen 2011. "Dengan adanya acara dan kegiatan, mahasiswa BM dapat saling mengenal dan bertukar fikiran untuk menjadi lebih berprestasi." ungkap Wiwi, Sabtu (2/5).
Selain seminar, pada Minggu (3/6) dilaksanakan pula musyawarah IKBMI yang membahas pemilihan utusan yang akan mengikuti musyawarah besar mahasiswa BM se-Indonesia yang diadakan di Lombok. Program kerja yang sedang diusahakan oleh IKBMI UNP dalam waktu dekat adalah pengajuan Surat Keputusan (SK) rektor untuk membuka UKM baru khusus bidik misi yang akan mewadahi semua mahasiswa BM untuk berorganisasi. "Semoga mahasiswa BM bisa mendapat wadah untuk mengabdikan ilmu untuk masyarakat dan menunjukkan bahwa mahasiwa BM itu spesial, tidak hanya kuliah, pulang dan menerima beasiswa." Tutupnya. Tilla
Komentar (0)