Sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP) kembali disegel oleh oknum tak dikenal, Senin (8/2) Malam. Sebelumnya, sekretariat yang berada di dekat Fakultas Ekonomi tersebut juga pernah di segel pada Sabtu (23/1). Dari laporan reporter Ganto, terdapat meja dan balok kayu yang menghalangi pintu masuk sekretariat tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Wido Yudistira Sekretaris Umum MPM kepada Ganto melalui pesan suara WhatsApp mengatakan masih belum diketahui siapa pelaku penyegelan tersebut.
Lebih lanjut, ia menceritakan kejadian sebelum insiden penyegelan. Tepatnya pada Jumat (5/2) sekelompok mahasiswa UNP yang mengatasnamakan tahun angkatan 2017 mendatangi sekre MPM untuk menyampaikan aspirasi dengan mengajukan tiga tuntutan.
Ketiga tuntutan tersebut diantaranya meminta agar mahasiwa tahun ajaran 2017 bisa mencalonkan diri dalam pemilihan umum Presiden Mahasiswa (Presma) UNP 2021. Kedua, meminta agar pihak MPM melakukan audiensi kepada Rektor mengenai tuntutan poin pertama. Ketiga, meminta pengunduran waktu pelaksanaan Pemilu.
Wido melanjutkan bahwa tuntutan ini sudah mendapat respon dari MPM. Menanggapi poin tuntutan pertama ia mengatakan syarat menjadi calon dalam pemilu Presma merupakan ketetapan MPM dalam undang-undangnya sehingga tidak dapat diubah.
Namun, untuk menanggapi tuntutan nomor dua Ketua MPM sudah mencoba menemui rektor pada Senin (8/2). "karena Rektor sedang ada kegiatan jadi belum bisa ditemui untuk audiensi," jelasnya.
Untuk poin tuntutan ketiga, lanjut Wido hal tersebut sudah disampaikan pada Panitia Pemilihan Umum (PPU) karena pelaksanaan pemilu merupakan hak dari PPU.
Menurut penuturan Wido sekelompok mahasiswa ini kembali mendatangi sekre MPM pada Senin (8/2) sore untuk menanyakan keberadaan Ketua Umum MPM. "Mereka ingin menemui Ketua tapi saat itu ketua sedang ada urusan keluarga," katanya.
Menanggapi hal tersebut dari pihaknya Wido mengatakan sudah meminta agar kelompok mahasiswa tersebut kembali lagi esok hari.
"Namun mereka tetap bersikeras menunggu,"ungkapnya . Lanjutnya, "karena saat itu sudah lewat jam kerja akhirnya sekre kami tutup," jelasnya.
Komentar (0)