Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring melalui platform Zoom Meting dan live Streaming YouTube, Rabu (13/01).
Acara pelepasan mahasiswa KKN periode Januari-Februari 2021 dimoderatori oleh Dr. Elfi Tafsir, M.T, selaku Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UNP.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UNP Ganefri, Ph,D , Yohandri, M.Si,Ph.D selaku Kepala Lembaga Penelitian Masyarakat UNP (LP2M), Wakil Walikota Padang Hendri Septa, B.Bus., M.IB, Dekan selingkungan UNP, serta mahasiswa peserta KKN UNP.
Yohandri dalam penjelasannya mengatakan bahwa KKN periode pertama 2021 tercatat kurang lebih 4.500 mahasiswa.
"KKN ini akan berlangsung selama 1 bulan, mulai 13 Januari-13 Februari 2021. Kita melepas 4.500 mahasiswa yang terbesar hampir diseluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat (Sumbar) dan di luar Sumbar," jelasnya.
Lebih lanjut Yohandri mengatakan seperti yang telah dijelaskan pada tahap sosialisasi KKN, pada periode ini UNP menjalin kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Untuk itu pada KKN kali ini UNP mengusung tema "Duta Perubahan Prilaku".
"Dengan adanya kerjasama dan diusungnya tema ini diharapkan mahasiswa peserta KKN dapat menjadi duta dalam memberikan tutorial dan edukasi kepada masyarakat terkait menghadapi pandemi Covid-19 ini," ujarnya.
Pada KKN periode Januari-Februari tersebut sebaran mahasiswa tersebar berada di wilayah Kota Padang dengan jumlah 1.329 peserta.
Hendri Septa, dalam kata sambutannya berharap meskipun kegiatan KKN kali ini diadakan secara daring mahasiswa dapat mengabdi dengan maksimal dan mengaplikasikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat.
"Semoga ilmu adik-adik semua dapat diaplikasikan ditengah-tengah masyarakat, dan semangat mengabdi kepada masyarakat tidak luntur," tuturnya.
Acara tersebut kemudian ditutup dengan pelepasan mahasiswa KKN UNP oleh Ganefri, Ph.D.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirahim mahasiswa KKN UNP saya lepas secara resmi, semoga kegiatan berlangsung dengan baik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," tutupnya.
Komentar (0)