Universitas Negeri Padang (UNP) kembali melangsungkan rapat wisuda secara luring untuk kedua kalinya di tahun 2020. Wisuda periode ke-121 menjadi wisuda kedua yang diselenggarakan secara daring sekaligus luring di Gedung Auditorium UNP, Sabtu (19/12).
Sama dengan wisuda periode ke-118, wisuda kali ini tidak disertai dengan berjabat tangan seperti biasanya. Terlihat para wisudawan dan Prof. Ganefri. Ph. D. selaku Rektor UNP tampak hanya saling meletakkan tangan di dada dan menundukkan kepalanya setelah pemindahan jambul toga.
Lebih lanjut, Ganefri dalam orasi ilmiahnya menyampaikan permohonan maaf terhadap tamu undangan termasuk orang tua wisudawan yang ingin menghadiri wisuda secara langsung, namun tidak mendapatkan undangan. Hal ini dikarenakan kesepakatan antara wisudawan dengan pihak UNP guna menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Fahmi, selaku orang tua dari salah satu wisudawan yang berasal dari Bukittinggi menyampaikan kesedihannya karena tidak dapat menyaksikan wisuda anaknya secara langsung. "Saya merasa kalau wisuda tanpa dihadiri orang tua rasanya sedih sebab wisuda adalah momentum yang ditunggu-tunggu oleh para orang tua mahasiwa," ucapnya.
Berbeda dengan Fahmi, Tina salah seorang ibu wisudawan yang berasal dari Payakumbuh merasa bersyukur atas wisuda anaknya. "Meski tidak diizinkan masuk ke dalam supaya menghindari wabah Covid-19, saya mencoba ikhlas setidaknya saya bisa melihat dari luar," ungkapnya saat ditemui Reporter Ganto di belakang Gedung Rektorat UNP, Sabtu (19/12).
Selanjutnya, Tina juga memaparkan jika ke depannya pihak UNP mengadakan wisuda secara luring lagi, Ia berharap agar UNP memperbolehkan orang tua wisudawan untuk hadir menyaksikan wisuda secara langsung meski kuotanya terbatas.
Komentar (0)