Tujuan pelaksanaan UMB di UNP, menurut Rektor UNP, Prof. Dr. Z Mawardi Effendi, M.Pd., untuk membuka peluang dalam penerimaan mahasiswa baru masuk ke UNP. Kedua, untuk melihat apakah melalui jalur UMB mampu merekrut calon mahasiswa yang lebih baik. "Karena persaingannya sangat ketat."
Ia juga mengatakan, pelaksanaan UMB yang pertama kali di UNP sebagai permintaan dari Himpunan SPMB Nusantara tiga tahun lalu dalam rangka kerja sama dengan UNP. "Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari UMB," akunya ketika ditemui Ganto di ruang kerjanya, Senin (12/7) .
Ketika ditanya apakah UNP akan melaksanakan UMB untuk tahun yang akan datang, ia mengatakan perlu melakukan evaluasi dari pelaksanaan UMB tahun ini. "Kalau hasilnya memuaskan, kita akan kembali melaksanakan UMB."
Memberikan kesempatan yang lebih luas pada masyarakat dalam bersaing untuk memperebutkan perguruan tinggi menjadi alasan pelaksanaan UMB yang pertama kalinya di Unand. Selain itu, kata Rektor Unand, Prof. Dr. Musliar Kasim, MS. tuntutan dari masyarakat agar Unand melaksanakan UMB juga salah satu alasannya. "Tidak hanya SNMPTN sebagai seleksi nasional dalam penerimaan mahasiswa baru di Unand," ujarnya Selasa (8/6).
Apa sebenarnya tujuan dari pelaksanaan UMB? Masih harus dipertanyakan. Kalau memang sama dengan SNMPTN, mestinya UMB tidak mesti dilaksanakan. "Jumlah yang akan diterima melalui UMB kan bisa diterima melalui SNMPTN," tutur pengamat pendidikan UNP, Prof. Dr. Anas Yasin, MA.
Di luar urusan jalur masuk perguruan tinggi, Pembantu Rektor I UNP, Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram menegaskan UMB bukan sebagai lahan bagi universitas untuk mencari keuntungan. "Biaya untuk pelaksanaan UMB saja jauh lebih besar."
Apakah kelak lulusan UMB akan berprestasi? Yanuar tak yakin sepenuhnya. "Tergantung kerja keras mahasiswa dalam belajar," ujarnya. Jadi, semua kemungkinan untuk berhasil atau gagal terpulang ke pundak si mahasiswa itu sendiri.
Afdal/Della
Laporan: Ilmi,Santi,Pri
Komentar (0)