Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengadakan diskusi online dalam rangka "Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan" dengan mengusung tema "Jurnalis Perempuan dan Kekerasan yang Mengintai" via Zoom Meeting dan Streaming YouTube AJI Indonesia, pada Rabu (25/11).
Diskusi online ini menghadirkan beberapa pemateri diantaranya Ika Ningtyas yang merupakan salah satu Jurnalis Cek Fakta Tempo.co, Jurnalis Kompas.com yaitu Ira Rachmawati dan Alsih Marselina selaku salah satu Jurnalis Sultengnews.com.
Ika Ningtyas menyatakan bahwa jurnalis pemeriksa fakta sering mendapatkan teror dari orang-orang penyebar konten viral di media sosial.
Selanjutnya, Ika menegaskan bahwa kekerasan online itu nyata dan sudah menjadi trend di masyarakat. Agar terhindar dari hal itu, ia mengajak para jurnalis untuk mempelajari langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi kekerasan online. Sehingga tidak ada lagi menimbulkan kekerasan fisik lainnya. "Kekerasan online adalah pintu masuk bagi kekerasan yang lainnya," tuturnya.
Selain itu, ia juga memberikan perhatiannya terhadap keselamatan para jurnalis perempuan yang sedang meliput di lapangan, serta menegaskan bahwa organisasi apapun haruslah memiliki Standar Operasional Prosedur terhadap keselamatan perempuan. Dikarenakan, kekerasan pada perempuan sudah menjadi kebiasaan di beberapa kalangan masyarakat. Namun, pemerintah masih kurang memprioritaskan masalah kekerasan terhadap perempuan tersebut.
Lebih lanjut, Ika memperingatkan kepada para jurnalis agar tidak sembarangan memposting setiap kegiatan dan tiket perjalanan karena hal itu akan menimbulkan ancaman bagi jurnalis itu sendiri.
Sebagai perempuan yang bekerja di bidang jurnalis, ia tetap terus bertahan walaupun harus menghadapi resiko yang besar.
"Meski banyak perempuan yang memilih meninggalkan dunia jurnalis karena menurut mereka pekerjaan ini masih belum aman untuk mereka," tutupnya.
Komentar (0)