Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Barat (Sumbar) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumbar kembali melakukan aksi yang ke sembilan dalam rangka menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Sumbar, Senin (2/11).
Massa yang terdiri dari BEM-SB dan FSPMI sampai di depan Gedung DPRD Sumbar pukul 15:30 WIB dengan pengawalan dari anggota kepolisian.
Sebelum membacakan puisi, Bayu mengutip ucapan Refly Harun di chanel YouTube nya "yang pertama kali taat aturan di negara kita itu adalah penguasa, ternyata penguasa lah yang melanggar itu semua," ujarnya.
Selanjutnya Bayu membacakan puisi yang dibuat oleh mahasiswa kabinet puisi karya BEM KM UNAND. Puisi itu menceritakan tentang kekecewaan dan ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.
"Tak perlu kau tanya dik, negriku ini kepingan surga yang jatuh ke bumi, bumi yang dari kata tales dan air terbanyak disini, dari titik pulau Aceh hingga Cendrawasih di sini, kalau dibuat pelabuhan kau bisa kaya, atau temanmu punya bapak nelayan, tetapi kau tak perlu tanya mengapa garam di sini di impor," sampainya.
Komentar (0)