Dalam rangka memperingati Hari Uang Nasional ke-74 Badan Keuangan Fiskal (BKF) Kementrian Keuangan Republik Indonesia mengadakan webinar melalui streaming YouTube BKF Kemenkeu, Selasa (20/10).
Mengusung tema " Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 & Peningkatan Kemudahan Berusaha Indonesia" webinar ini menghadirkan Kepala BKF, Febrio Kacaribu sebagai Keynote Speaker.
Febrio mengatakan peningkatan kasus Covid-19 memiiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keadaan keuangan nasional.
"Dampak Covid-19 pada dasarnya telah mulai ddirasakan perekonomian nasional kita bahkan sebelum out break di Maret 2020," katanya.
Lebih lanjut Febrio mengatakan dampak ini paling besar dirasakan oleh sektor pariwisata dan industri manufaktor.
Febrio menjelaskan bahwa pada triwulan kedua 2020, Indonesia mencatatkan pertumbuhan negatif yaitu sebesar -5,32%. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan negatif terjadi pada seluruh komponen, yakni konsumsi rumah tangga -5,5%, investasi -8,6%, pengeluaran pemerintah -6,9%, kinerja perdangangan internasional juga mencatat pertumbuhan negatif bahkan doble digit ekspor -11,7% dan impor -17%. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 dipenuhi ketidakpastian. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan dunia pada tahun ini.
Pada penjelasannya Febrio juga menyampaikan prediksi keuangan Indonesia yang dirilis International Monetary Fund (IMF). IMF memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh dalam kisaran -1,5% di tahun 2020. Sedangkan pemerintah Indonesia memproyeksikan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi nasional akan terkonstraksi di sekitar -1,7% sampai dengan -0,6%.
Febrio menegaskan menghadapi pandemi covid-19 yang telah membawa dampak negatif bagi kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat diperlukan langkah-langkah yang yang bersifat extra ordinary.
"Pemerintah berkomitmen untuk mengambil kebijakan yang fokus pada penanganan kesehatan masyarakat, menjaga daya beli masyarakat, dan mencegah kebangkrutan dunia usaha karena dampak Covid-19," ujarnya.
Komentar (0)