Seminar nasional The 17th Hipotesa Exhibition in Revolution yang diselenggarakan Departemen Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor dengan tema "Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Transisi Pandemi Covid-19," via Zoom Meeting dan live streaming YouTube, Minggu (11/10).
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Kasan Muhri mengatakan bahwa Covid-19 masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia, angka pertambahan kasus semakin hari juga semakin meningkat.
Lanjutnya, dari hasil analisis survei yang dilakukan, enam dari sepuluh perusahaan di Indonesia masih bekerja seperti biasa. Namun, 82,84% perusahaan mengalami penurunan pendapatan. Salah satu faktor penyebab menurunnya pendapatan perusahaan selama pandemi adalah melemahnya daya beli masyarakat.
Kasan juga memaparkan beberapa strategi peningkatan ekspor selama dan pasca pandemi Covid-19. Ada strategi jangka pendek dan strategi jangka panjang.
Strategi jangka pendek ada dua macam. Pertama, mengenai pendekatan produk dengan fokus pada tiga kategori produk yaitu produk yang tumbuh positif selama pandemi, produk yang kembali pulih setelah pandemi, dan produk yang tumbuh akibat pandemi.
Kedua, pendekatan pasar. Negara tujuan ekspor dapat difokuskan pada negara yang kondisi penanganan pandeminya sudah dan atau mulai pulih.
Strategi jangka panjang ada tiga macam. Pertama, excellents product. Produk yang memiliki market power di negara tujuan ekspor.
Kedua, emerging product. Produk yang memiliki tren ekspor meningkat selama lima tahun.
Ketiga, losing product. Produk yang menghilang setelah lima tahun.
Dirjen PEN membuat sebuah program peningkatan ekspor berbasisVirtual Bussiness Matching, salah satunya melalui situs toko online Amazon. Situs ini terfokus pada produk kosmetik, perawatan tubuh, makanan, dan minuman.
Komentar (0)