Jurusan Geografi mengadakan Webinar Jurnal Geografi dengan tema "Strategi Menembus Publikasi dan Jurnal Internasional Bereputasi". Webinar dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Acara ini menghadirkan empat orang pembicara yang membahas topik berbeda. Pembicara acara ini ialah Ifdhil, S. HI., M.Pd., Ph.D., Dr. M. Aliman, M.Pd., Prof. Dr. Moh. Zohir Ahmad, dan Dr. Delmira Syafrini, S.Sos., MA. Acara dilaksanakan pada Rabu (30/9).
Pada webinar ini, pembicara memaparkan materi secara bergantian dan diberi waktu selama dua puluh menit. Pembicara pertama ialah Ifdhil, menjelaskan tentang "Strategi Menembus Publikasi dan Jurnal Internasional Bereputasi". Ifdhil menerangkan bahwa artikel atau naskah ilmiah itu terbagi menjadi dua, yaitu dipublikasikan (publish) yang berupa jurnal serta tidak dipublikasikan (unpublish) berupa skripsi, tesis. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua jenis artikel ilmiah berdasarkan panjang isinya, yaitu Conference paper (proceedings) dan jurnal paper.
Conference paper adalah tulisan ilmiah pendek yang hanya mencantumkan bagian menarik dari hasil penelitian, sedangkan jurnal paper adalah tulisan ilmiah panjang berisi informasi lebih rinci yang memungkinkan adanya replikasi dan permohonan secara rutin. Secara garis besar, publikasi jurnal dibagi menjadi lima tingkat, yaitu jurnal lokal, jurnal nasional, jurnal akreditasi, jurnal internasional, dan jurnal internasional bereputasi.
Pembicara kedua adalah Aliman yang membahas tentang "Cara Guru Menulis Jurnal Ilmiah Bereputasi". Pada awal pembahasan, Aliman memulai dengan tantangan-tantangan yang dihadapi seorang guru, seperti sibuk, lelah, sakit, dimintai bantuan. Kemudian diberikan juga solusi, yaitu tetap semangat, buat daftar terlebih dahulu apa saja yang akan dibahas untuk jurnal, dan cicil pembuatan jurnal tersebut.
Menurut Aliman, seorang guru mempunyai potensi besar dalam menulis artikel karena di dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi yang intens antara guru dengan siswa. Selain interaksi, guru juga sudah mempunyai sumber data untuk membuat jurnal ilmiah, seperti nilai siswa, biografi siswa, data IQ, dan gaya belajar. Di eksternal sekolah, guru juga mempunyai tim peneliti yang juga bisa menjadi sarana diskusi berkualitas sekaligus bisa menjadi ajang kolaborasi sesama guru dalam membuat jurnal bersama.
Kemudian, pembicara ketiga ialah Zohir yang merupakan seorang profesor dari USM Malaysia. Ia membahas tentang "Pengalaman Negara Malaysia Mendorong Dosen Menulis Jurnal Internasional Bereputasi". Salah satu poin penting yang disampaikan Zohir adalah bahwa di Malaysia memberikan syarat kelulusan kepada mahasiswa S2 dan S3 selain dari menyelesaikan tesis dan disertasi yaitu menerbitkan jurnal. "Mereka belum bisa diwisuda meski tesis atau disertasi telah tuntas sebelum naskah jurnal telah diterima oleh penerbit." terangnya
Komentar (0)