Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan rapat wisuda periode 120 yang dilaksanakan secara virtual via Zoom pada 25-26 September 2020.
Dalam sambutannya Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan wisuda virtual hari kedua yang diselenggarakan UNP. Wisuda ini juga berdekatan dengan dies natalis UNP yang ke-66. "Wisuda periode ketiga dalam tahun 2020 ini juga berdekatan dengan dies natalis UNP." paparnya, Sabtu (26/9).
Wisuda hari kedua ini dihadiri oleh Irwan Prayitno selaku gubernur Sumatra Barat dan Ida Fauziyah selaku menteri ketenagakerjaan.
Dalam orasi ilmiahnya, Ida selaku menteri ketenagakerjaan menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan melainkan awal dari pencarian realitas hidup yang sebenarnya. Mahasiswa juga dituntut agar tidak cepat puas dengan apa yang telah didapat.
Selain itu, Ida juga menjelaskan potret ketenagakerjaan di masa pendemi dan sebelum pendemi. Pendemi Covid-19 merubah banyak hal di dalam kehidupan, tak luput juga sektor ketenagakerjaan yang mengalami perubahan besar guna beradaptasi dengan kondisi saat ini.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, wisudawan diminta bersikap adaptif dan inovatif terhadap segala perubahan serta dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin.
Ida juga berpesan kepada wisudawan agar menjadi pribadi yang berkompeten di bidang yang diminati karena hal tersebut merupakan modal untuk menghadapi dunia kerja. "Kompetensi yang sudah tersertifikasi sangat penting dalam menghadapi persaingan yang ketat di masa depan," ujarnya.
Terakhir, Ida juga menyampaikan bahwa Kemenaker akan membantu tenaga kerja dan calon tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan daya saing guna memenuhi permintaan pasar kerja baik secara nasional maupun global melalui peningkatan kompetensi demi terciptanya kesejahteraan nasional.
Komentar (0)