Beranjak dari tujuan utama adanya Mata Kuliah Umum (MKU) sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian mahasiswa yang merupakan remaja tingkat akhir yang sedang mencari jati diri, tim Unit Pelayanan Terpadu MKU Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Seminar Nasional Eksistensi Mata Kuliah Umum. Seminar yang diadakan di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik, Selasa (24/4) ini mengangkat tema Eksistensi Mata Kuliah Umum dalam Mewujudkan Sikap Mahasiswa yang Santun dan Bermartabat di Perguruan Tinggi Umum.
Ketua Panitia seminar Drs. Abd. Rahman mengatakan, tujuan dari seminar ini untuk menyamakan pemahaman civitas akademika, khususnya yang ada di UNP, bahwa MKU memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian mahasiswa. Adapun target yang ingin dicapai dengan adanya seminar ini agar terwujudnya kesamaan visi dalam menbentuk pribadi mahasiswa. "Mahasiswa yang santun dan bermartabat," jelasnya, Selasa (24/4). Seminar ini awalnya akan menghadirkan Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Musliar Kasim, MS dan Wamen Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasarudin Umar, MA, namun tidak jadi karena adanya agenda lain yang harus dipenuhi oleh wakil menteri tersebut.
Kepala Subdirektorat (kasubdit) Pengembangan Akademik Menteri Agama, Dr. Muhammad Zein yang mewakili wamen Agama dalam penyampaian materi makalahnya yang berjudul "Signifikansi Nilai-nilai Agama dalam Pendidikan," mengatakan bahwa Pendidikan Agama sebagai salah satu mata kuliah umum, memilki peran sangat penting atas ilmu-ilmu lain yang dipelajari di sebuah perguruan tinggi. Dulu di Indonesia rumpun ilmu hanya terdiri dari 4 bidang, yaitu Alam, Sosial, Humaniora dan Ilmu Terapan. Tapi untuk sekarang ini telah ada tambahan ilmu yang menjadi landasan seluruh ilmu tersebut, yaitu ilmu agama. "Sekarang ini tidak ada lagi science technology yang berkembang di Indonesia tanpa landasan dari ilmu agama,"jelasnya, Selasa (22/4). Selain itu Zein juga menjelaskan bahwa kasubdit Pengembangan Akademik Menteri Agama akan menolong secara serius untuk memperbaiki metode pengajaran dosen yang sekarang ini dan meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh dosen.
Mengenai pelaksanaan seminar ini, salah satu peserta mahasiswa Fisika TM 2009, Angga Perdana mengatakan bahwa seminar ini bagus, mulai dari tema yang diangkat hingga pemateri yang dihadirkan. Menurutnya, permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan MKU, di UNP khususnya adalah kapasitas mahasiswa yang belajar dalam satu lokal mata kuliah yang termasuk ke dalam MKU tersebut. Terkadang dalam satu lokal tersebut menampung lebih dari 60 orang dalam satu kali pertemuan, "Padahal MKU ini sangat penting keberadaanya bagi mahasiswa," jelasnya, Selasa (24/4). Ia juga menyayangkan eksistensi MKU yang sudah mulai hilang di kalangan mahasiswa dan dosen. "Terkadang di sistem penilaian, mahasiswa yang jarang hadir dan hanya duduk-duduk saja mendapatkan nilai yang bagus di akhir perkuliahan. Bertolak belakang dengan mahasiswa yang rajin hadir dan aktif dalam lokal," sesalnya. Angga mengharapkan sistem yang rusak ini dapat diperbaiki dan seluruh civitas akademika UNP dapat memahami kembali peranan dan tujuan awal MKU tersebut. Jefrinext12
Komentar (1)