Melalui webminar tentang "Milenial Maju Bersama Industri Hulu Migas", SKK Migas bekerjasama dengan Kumparan menghadirkan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu sebagai salah satu pembicara via zoom, Kamis (27/8).
Dari paparannya dikatakan bahwa Indonesia bukan negara yang kaya minyak dan gas. Hal itu diperjelas melalui diagram cadangan terbukti minyak dan gas sedunia.
Cadangan terbukti adalah cadangan yang memiliki nilai ekonomis untuk ditambang. Indonesia terletak di peringkat ke 27 untuk total cadangan minyak dan peringkat 13 untuk total cadangan gas.
Lebih lanjut, Sulistya menjelaskan di Indonesia terdapat 128 cekungan Hulu Migas. Namun, yang berproduksi ada 20 cekungan. "Hal ini menandakan potensi produksi migas di Indonesia masih sangat besar," jelasnya.
Ada beberapa langkah dalam kegiatan produksi migas. Pertama, survei umum dan penyiapan wilayah kerja.Output yang di hasilkan adalah total cadangan yang bernilai ekonomis dan layak tambang.
Kedua, penawaran dan penunjukan kontraktor.
Ketiga, penandatanganan kontrak kerja sama.
Keempat, eksplorasi dilanjutkan eksploitasi (produksi) dan lifting. Disini, SKK Migas melakukan pengawasan dan pengendalian kontrak kerja.
Kelima, penjualan migas, penyediaan migas, penyediaan BBM dan lainnya. Badan Pengatur Hilir (BPH) migas melakukan pengawasan, pelaksanaan, penyediaan, dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi, sedangkan pertamina melakukan penyediaan dan distribusi BBM subsidi.
Komentar (0)