SKK Migas bekerjasama dengan Kumparan mengadakan webinar nasional bertemakan "Milenial Maju Bersama Industri Hulu Migas" via aplikasi zoom, Kamis (27/8).
Webinar ini menghadirkan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan, Adiyanto Agus Handoyo. Serta Founder OK OCE dan pengusaha nasional, Sandiaga Uno.
Menurut Adiyanto, tujuan diadakan webinar ini untuk mengenalkan kepada milenial tentang industri Hulu Migas agar kelak bisa turut aktif mengelola industri ini di daerah masing-masing.
Lebih lanjut, Adiyanto menjelaskan melaluipower point yang ditampilkan pada screen aplikasizoommengenai tantangan yang dihadapi industri Hulu Migas bahwa sejak 2004, Indonesia mengalami defisit minyak yaitu konsumsi lebih tinggi dibandingkan produksi. "Untuk menutupi konsumsi Migas yang tidak sebanding dengan produksi diadakan impor," jelasnya.
Tambahnya, defisit terus meningkat hingga 2018 yang menyebabkan impor minyak dan BBM terus meningkat. Hal ini menyebabkan beban devisa negara terus bertambah. "Untuk itu, SKK Migas perlu meningkatkan eksplorasi cadangan baru," ungkapnya.
Adiyanto mengatakan dalam kegiatan eksplorasi migas ini ada tiga hal yang menjadi tantangan tersendiri. Diantaranya; modal yang besar, teknologi yang mumpuni, juga resiko yang tinggi. Meski demikian, minyak dan gas diperkirakan masih akan mendominasi bauran energi hingga 2040 mendatang sebesar 50 persen.
"Berarti peran SKK Migas dalam meningkatkan cadangan dan lifting Migas masih sangat diperlukan," tuturnya.
Komentar (0)