Perempuan harus mempunyai basis pergerakan serta amunisi yang cukup dalam menghadapi perkembangan zaman karena perempuan merupakan tiang negara. Seperti ungkapan hadis bahwa kehancuran atau kemakmuran sebuah negeri dilihat dari kualitas perempuannya. Begitulah penuturan Safa Salsabila, Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM KM UNP saat dihubungi via whatsapp, Sabtu (8/8).
Hal tersebut menjadi latar belakang diadakannya acara Women's Friday pada Jumat (7/8) siang melalui aplikasi Google Meet yang diikuti secara terbuka oleh mahasiswi UNP.
Acara ini merupakan agenda tahunan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM KM UNP. "Biasanya diadakan sekali dua minggu di sekre BEM, tapi mengingat situasi sekarang diadakan secara daring," jelas Safa.
Ia melanjutkan, untuk tahun ini kegiatan Women'sFriday akan dilaksanakan sebanyak enam sampai delapan kali pertemuan.
Ketika ditanya mengenai tema acara yaitu Pergerakan Perempuan di Tengah Wabah dan Arus Perang Pemikiran, Safa menjelaskan bahwa tema tersebut bertujuan menyesuaikan dengan kondisi sekarang (wabah) dan supaya para perempuan tidak hanya pasif dengan informasi yang beredar serta dapat mem-filter pemikiran-pemikiran yang masuk ke ranah pengetahuan perempuan.
"Semoga acara ini dapat menambah wawasan bagi perempuan khususnya di UNP dan membuat pemikirannya jadi lebih terbuka mengenai isu-isu tentang perempuan yang bahkan banyak dari kita yang belum tahu," harapnya.
Komentar (0)