Jemaah Tarekat Syattariyah di Korong Pinang Nagari Pauhkambar, Kecamatan Nansabaris, Kabupaten Padang Pariaman, baru melangsungkan salat Idul Adha pada Sabtu (1/8). Menurut perhitungan jemaah Tarekat Syattariyah di daerah tersebut, 10 Dzulhijjah 1441 Hijriah jatuh pada Jumat malam.
Sebelum melaksanakan salat Idul Adha, jemaah Tarekat Syattariyah melangsungkan salat Qadha pada malam ke-10 Dzulhijjah.
"Kami disini melaksanakan salat idul adha di hari Sabtu, ini semua di karenakan 10 Dzulhijjah datangnya pada Jumat malam, maka dari itu kami melaksanakan salat di hari Sabtu pagi. Kam juga melangsungkan salat Qadha pada malam ke-10 di hari Jumat tersebut," tutur Sarah selaku urang salapan (orang yang dituakan di kampung) di daerah tersebut
Selain itu Sarah menambahkan, penetapan bulan hijriah berdasarkan hisab takwin yang sudah dipercayai dari turun temurun, perhitungan ini di mulai dengan melakukan khamsiyah. Khamsiyah yaitu menghitung jumlah dari huruf tahun dan bulan. Maka dari perhitungan itu, Jemaah Tarekat Syattariyah langsung bisa menetapkan 10 Dzulhijjah.
Senada dengan sarah, Amri selaku jemaah Tarekat Syattariyah mengatakan penentuan 10 Zulhijah sudah biasa dilakukan dengan hisab takwin ini, seperti penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1441 Hijriah
"Untuk tahun sekarang, penentuan hari Idul Adha kita beda dengan mayoritas umat Muslim lainya, namun itu tidak jadi masalah" ucapnya.
Jemaah Syattariyah di Korong Pinang melaksanakan salat Idul Adha di Surau Baru yang terletak di Nagari Pauhkambar Kecamatan Nansabaris, Kabupaten Padang Pariaman, pada pukul 08.45 wib. Selain itu, semua jemaah Tarekat Syattariyah yang berada di Kabupaten Padang Pariaman juga melangsungkan solat Idul Adha di hari yang sama.
Setelah pelaksanaan salat Idul Adha, jemaah Tarekat Syattariyah melaksanakan pemotongan hewan kurban di Surau dan Masjid yang tersebar di sekitar Kabupaten Padang Pariaman.
Komentar (0)