Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) yang ke-26, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melaksanakan kegiatan webinar dengan tema "Bisakah Pers bertahan di tengah pandemi ?" Rabu (29/7). Pada Webinar kali ini, AJI bekerja sama dengan kedutaan Australia Serta IFEX. Kegiatan ini berlansung dari pukul 10.00-12.00 WIB.
Aloysius Kurniawan selaku moderator dalam diskusi menuturkan bahwa webinar ini merupakan werbinar lanjutan yang ketiga dari sekian rangkaian werbinar yang diadakan AJI dalam memperingati HUT.
"Hari ini adalah webinar lanjutan, dari sekian rangkaian HUT AJI. Dan Webinar ini adalah webinar ketiga, serta beberapa hari kedepan akan ada lagi webinar lanjutan dengan tema yang berbeda" ungkapnya.
Pembicara pada diskusi kali ini diisi oleh Wensesiaus Manggut selaku Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia, Maria Yuliana Beryamin selaku Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia serta Errol Jonathan selaku Direktur Utama Suara Surabaya.
Wensesiaus Manggut dalam paparan materinya mengungkapkan bahwa setiap orang harus pandai menjaga privasi dan keamanan digital. Selain itu, setiap orang harus memiliki pengetahuan dasar mengenai privasi. Mulai dari data pribadi, personal identifiable information, serta level nyaman dan aman.
"Di era Sekarang saya rasa, masyarakat harus pandai dalam menjaga privasi dan keamanan digital. Serta setiap masyarakat harus memiliki pengetahuan dasar dalam privasi," tuturnya.
Sementara itu, Maria Yuliana Beryamin dalam materi selanjut nya mengatakan bahwa perlunya inovasi baru pada suatu instansi media. Menurut nya, hal ini disebabkan bahwa media harus beradaptasi dengan kebutuhan bacaan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.
Selain itu, Yulia juga mengambarkan bagaimana ketakutan masyarakat dengan media cetak. Ini semua disebakan masyarakat takut tertular Covid-19 melalui sentuhan media cetak.
"Saya lihat, masyarakat Indonesia sangat membutuhkan suatu bacaan ditengah wabah Covid-19. Selain itu teman-teman media saya harap bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Dan juga dilapangan teman-teman mengatakan masyarakat sangat takut tertular Covid-19 melalu media cetak, maka dari itu perlunya inovasi baru bagi teman-teman media cetak," Ungkapnya.
Sementara itu, Errol Jonathan dalam materi terakhir nya mengatakan kepada teman-teman media agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para jurnalis. Errol mengungkapkan bahwa jurnalis adalah aset yang perlu dijaga oleh media, walaupun instansi media tersebut sedang dirundung krisis.
"Saya rasa teman-teman media tidak perlu melakukan PHK terhadap jurnalis, jurnalis menurut saya adalah aset yang sangat perlu dijaga oleh instansi media," ungkapnya.
Komentar (0)