Tagar #RektorUNPJanganBercanda menjadi viral di twitter setelah akun UK-WP2SosPol mengunggah sebuah himbauan untuk menunda pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disertai tagar tersebut. Tagar disuarakan warganet terhitung sejak 20 Juni 2020.
Tagar #RektorUNPJanganBercanda menjadi pembicaraan di twitter atas dasar keluhan mahasiswa dalam menunggu regulasi yang sesuai dengan Kebijakan Kemendikbud pada Siaran Pers No. 142/Sipres/A6/VI/2020.
Menanggapi hal tersebut, Nia Rahmadani selaku Kepala Divisi Riset Politik UK-WP2SosPol menjelaskan bahwa WP2SosPol tidak menginisiasi tagar tersebut. "Kami tidak menginisiasi tagar, kami hanya mengunggah himbauan agar mahasiswa menunda pembayaran UKT," jelasnya, Senin (22/6).
Nia mengatakan bahwa WP2SosPol menyayangkan pamflet himbauan penundaan pembayaran UKT yang diunggah WP2SosPol digunakan pihak lain untuk memviralkan tagar. "Tagar yang viral tersebut tidak sesuai dengan esensi himbauan yang kami keluarkan, tidak relevan" paparnya.
Ketika ditanya mengenai siapa yang menginisiasi tagar tersebut, Nia menjelaskan bahwa ada seseorang di luar WP2SosPol yang menginisiasi tagar tersebut. Nia menduga bahwa tagar tersebut pertama kali muncul dalam Grup diskusi Mahasiswa Baik yang mengeluhkan permasalahan UKT di UNP.
"Saya baru tergabung di grup 18 Juni dan mereka sudah menginisiasi pembuatan tagar sejak 18 Juni. Intinya bukan WP2SosPol yang memulai tagar", tutupnya.
Komentar (0)