Untuk melihat mutu hasil pendidikan tidaklah mudah. "Harus dilihat secara komprehensif," ujar ketua pelaksana penerimaan mahasiswa jalur regular mandiri UNP, Prof. Dr. Syamsul Amar, MS. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penilaian mutu pendidikan, di antaranya mutu masukan, fasilitas, proses dan manajemen. Mutu masukan diperoleh melalui beberapa jalur masuk ke perguruan tinggi. Hanya saja, jumlah penerimaan mahasiswa yang terlalu banyak dengan tidak memperhatikan ketersediaan fasilitas menjadi kendala dalam peningkatan mutu. "Untuk tahun ini, mestinya ada pengurangan jumlah mahasiswa," ujarnya, ketika diwawancarai Ganto, Rabu (7/7).
Sebenarnya, beberapa peraturan telah mengatur seperti apa pencapaian standar mutu pendidikan dalam kaitannya dengan jumlah penerimaan mahasiswa. Salah satunya surat edaran Dirjen Dikti No.2920/D/T2007. "Hanya saja kita belum terlalu patuh dengan peraturan itu," akunya.
Adanya beberapa jalur masuk, tambah Syamsul hanyalah instrumen dan proses dalam penerimaan mahasiswa baru. Untuk menghasilkan mutu pendidikan yang baik, tidak hanya dibebankan kepada perguruan tinggi, tetapi juga peningkatan sistem pendidikan di setiap jenjang pendidikan. "Pemilihan jurusan yang tepat oleh calon mahasiswa," ungkapnya, juga menjadi salah satu faktor dalam menentukan mutu pendidikan untuk menghasilkan sarjana yang memiliki daya saing yang tinggi.
Afdal/Della
Laporan: Isra,Pri
Komentar (0)