Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan diskusi online dengan tema "Kartini Masa Kini" melalui grup Whatsapp yang diadakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM UNP, Selasa (21/4).
Nabila Azzahra selaku Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM UNP mengatakan bahwa ada empat tunjuan umum dari acara diskusi ini.
Pertama, mengingat kembali jasa tokoh perempuan untuk membangkitkan rasa perjuangan.
Kedua, mengajak peserta untuk produktif dalam memanfaatkan waktunya ditengah masa karantina pandemi.
Ketiga, memberikan edukasi positif terhadap teman-teman perempuan agar memiliki semangat serta kecerdasan seperti R. A. Kartini.
Keempat, perempuan mampu mengkorelasikan dan mengimplemitasikannya dalam kehidupan di zaman milenial ini. "
Selain itu, Nabila juga menuturkan filosofi dari acara ini sendiri. "Filosofi acara ini bertujuan untuk menggebrak kembali pentingnya peran seorang perempuan, selain itu acara diskusi online ini juga dalam rangka Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April," tuturnya.
Lebih lanjut Nabila menjelaskan bahwa diskusi ini juga membahas tentang peran perempuan disaat pandemi Covid-19.
Acara diskusi ini diadakan oleh BEM UNP untuk umum, dengan menghadirkan Rofi Fauziah Jihadi, S.Pd., selaku Koordinator Forum Perempuan BEM SI 2018 dan Menteri Pergerakan dan Pemberdayaan Wanita BEM U KBM UNILA 2018.
Dalam paparan materinya, Rofi mengirimkan sebuah file berjudul "Aku Mau! (Perempuan, Pergerakan, dan Pendidikan)."
Rofi juga menyampaikan mengenai pontensi yang berada di diri seseorang.
"Perlunya minat dan bakat yang berada di diri seorang untuk diasah, agar terjadinya persaingan untuk menghasilkan kebaikan yang bertujuan mengambil suatu peran dari hal yang kecil sampai hal yang besar," ujarnya.
Rofi mencontohkan, saat ini perlunya peran dari milenial, yaitu milenial dengan peran yang sehat dan milenial yang ahli di media.
Lanjutnya, kalaupun kedua peran diatas tidak bisa dipenuhi oleh kalangan milenial, Rofi meminta agar para milenial bisa memutus rantai Covid-19.
Komentar (0)