"Pustakawan perlu mengembangkan perpustakaan agar terus berkembang, bukan hanya dari segi koleksi atau gedung, namun juga struktur layanan, fasilitas serta aspek lainnya yang dibutuhkan," jelas Pustakawan Ahli Madya Perpustakaan Bung Hatta, Dra. Nurjani, M.Si., pada acara Muswil dan Reuni Akbar Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi Indonesia (HMPII) di Teater Mursal Esten Fakultas Bahasa dan Seni Universita Negeri Padang, Rabu (4/3).
Ia juga menjelaskan bahwa pustakawan merupakan seorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan kepustakaan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
"Pustakawan di era revolusi industri 4.0 harus mampu beradaptasi, sehingga tidak kehilangan peran," jelasnya.
Sehingga dalam hal ini, Nurjani mengatakan bahwa seorang pustakawan harus memiliki kompetensi yang menggambarkan kemampuan dan pengetahuan dasar dengan praktik dan pengalaman yang terbaik dan terus-menerus tentang produk informasi layanan dan manajemen praktis sepanjang kariernya, kepercayaan terhadap keunggulan dan etika professional serta nilai-nilai dan prinsip-prinsip profesi. Diantara kompetensi tersebut adalah kompetensi profesional dan personal.
Kompetensi profesional terkait pengetahuan pustakawan di bidang sumber informasi teknologi, manajemen dan penelitian, dan kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut sebagai dasar untuk menyediakan layanan perpustakaan dan informasi.
Sedangkan kompetensi personal menggambarkan satu kesatuan keterampilan, perilaku dan nilai yang dimiliki pustakawan agar dapat bekerja efektif menjadi komunikator yang baik.
Selalu meningkatkan pengetahuan dan dapat memperlihatkan nilai lebihnya serta dapat bertahan terhadap perubahan dan perkembangan dalam dunia kerja.
Sebelum mengakhiri materinya, Nurjani mengatakan "You think globally but you do locally. You think, you do, you remember."
Komentar (0)