Special Olympics Indonesia (SOIna) pembinaan atlet berkebutuhan khusus di bidang olahraga dan kepemimpinan mengadakan pelatihan bertajuk Athlete Leadership Program and Youth Activation Workshop kepada siswa berkebutuhan khusus se-Kota Padang. Acara pelatihan dibuka langsung oleh Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah di Gedung Yamaha, Jumat (21/2).
Zilva Boaz, Director ALPS & Youth Activity Special Olimpic Indonesia, meyebutkan materi pelatihan yang diberikan tidak hanya olahraga tetapi juga non olahraga.
Zilva juga mejelaskan bahwa disabilitas Intelektual adalah mereka yang berkebutuhan khusus dengan tingkat IQ maksimum 70 seperti autism atau down syndrome, berbeda dengan Intelektual fisik.
Lanjutnya, pelatihan ini bertujuan untuk memberi bekal berupa keahlian-keahlian kepada anak-anak penyandang disabilitas Intelektual dalam bidang olahraga dan kepemimpinan agar mereka lebih mandiri saat besosialisasi dengan sesama maupun masyarakat luas.
Zilva mengatakan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan mencapai 100 orang masing-masing terdiri dari atlet disabilitas, youth leader, mentor serta relawan.
Salah seorang youth leader, Febriyandi mengatakan, pembinaan atlet disabilitas ini sangat bagus sekali untuk mewujudkan indonesia yang inklusi, dimana semua anak disabilitas itu berhak mendapatkan suatu hal yang sama dengan anak normal lainnya.
"Saya berharap mereka bisa berjuang bersama-sama walaupun mereka punya keterbatasan intelektual," ujarnya.
Lutvi, satu diantara atlet yang mengikuti acara ini mengaku senang mengikuti pelatihan yang di berikan oleh SOIna ini.
Akhir dari kegiatan ini adalah diadakannya kompetisi olahraga dengan membuat tim, atlet di pasangkan dengan youth leader dan memperlombakan cabang olahraga lari estafet yang terdiri dari empat orang.
Komentar (0)