Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar dialog interaktif sebagai bentuk kerjasama antara Radio Teknologi Pendidikan (TP) UNP dan Radio Republik Indonesia (RRI) Sumatrea Barat, di Lobi Utama FIP UNP, Senin (16/12).
Dialog interaktif ini mengangkat tema Urgensi Bela Negara dalam Keberagaman Menuju Indonesia Maju Melalui Pendidikan yang Kreatif, Inovatif, dan Berkarakter.
Acara ini dihadiri oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., dekan FIP UNP, Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd., dan Pakar Pendidikan KTP FIP UNP, Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd., sebagai narasumber. Acara ini juga diikuti oleh beberapa mahasiswa FIP UNP, terutama dari mahasiswa KTP FIP sendiri.
Pada dialog interaktif ini, dekan FIP UNP, Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd., mengatakan bahwa untuk menghadapi tantangan yang makin hari tidak ringan, perlu dilakukan strategi untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan dalam rangka mewujudkan visi dari bela negara yang dicita-citakan.
"Faktor eksternal untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan tidak bisa hanya mengandalkan lembaga persekolahan atau lembaga pendidikan, mesti juga terjadi kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan, masyarakat atau organisasi sosial," ujar Rusdinal.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd., juga menyampaikan bahwa bela negara ini merupakan kewajiban bagi setiap warga negara tanpa terkecuali dalam keberagaman yang ada di Indonesia.
Lanjutnya, tantangan yang dihadapi semakin berat dan pendidikan memegang peranan penting dalam menjadikan keberagaman ini menjadi sesuatu kekuatan dan aset yang besar untuk membela negara kita ini dari ancaman, tantangan baik dari luar maupun dari dalam sendiri.
"Saya berpendapat, bahwa pendidikan multikultural atau pendidikan keberagaman budaya ini penting diberikan kepada anak didik kita, atau mereka menyadari bahwa negara kita ini beragaman budaya, adat atau tradisi, dan lain-lainnya," tambah Alwen.
Komentar (0)