Pada perayaan ke-19 Hari Nusantara Republik Indonesia (RI), Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) ditunjuk sebagai tuan rumah. Untuk kedua kalinya Sumbar menjadi tuan rumah Hari Nusantara setelah sebelumnya pada 2006 lalu diselenggarakan di Pantai Purus, Teluk Bayur, Padang dan tahun ini diadakan di Pantai Gondariah, Pariaman.
Acara yang berlangsung sejak 7 Desember 2019 itu berakhir dengan acara puncak yang digelar pada 14 Desember 2019 dengan rencana awal Presiden RI, Joko Widodo akan datang berkunjung ke Pariaman.
Pariaman
ditunjuk sebagai tuan rumah karena memiliki sejarah kemaritiman dan termasuk
salah satu wilayah Sumbar yang gencar melakukan pengembangan pariwisata. Hal
ini diungkapkan oleh Feri Ferdian, salah satu panitia Hari Nusantara 2019. Ia
menambahkan bahwa di Pariaman saat ini juga telah diresmikan Desa Maritim.
Feri menyatakan
bahwa pada acara puncak Hari Nusantara yang bertema "Nusantaraku Berdaulat
Indonesiaku Maju" ini terdiri dari
berbagai rangkaian acara. Di antaranya Tabuh 1000 Gandang Tasa yang merupakan
budaya khas Kota Pariaman, atraksi terjun payung oleh 28 personel TNI Angkatan
Udara, dan unjuk kebolehan 30 perahu nelayan dan perahu hias se-Indonesia melalui
pawai di tepi pantai.
Terkait dengan rencana kedatangan presiden, Feri menyatakan bahwa presiden tidak jadi datang dan diwakilkan oleh Mentri Perekonomian RI. "Presiden memang dijadwalkan datang dan harusnya pesawatnya mendarat pukul 8 tadi, tapi kemungkinan yang datang itu bukan presiden melainkan Mentri Perekonomian saat ini," ujarnya kepada Ganto sebelum acara puncak dimulai.
Hal itupun dibenarkan dari spanduk yang terpasang pada bagian depan panggung utama Hari Nusantara 2019 yang tidak terdapat foto presiden Joko Widodo. Kepada Ganto, Yola Febrita yang juga merupakan panitia Hari Nusantara menyatakan bahwa rencana awal kedatangan presiden itu bersifat tentatif, masih wacana. Sebagai kepala Negara, lanjutnya, presiden memiliki banyak agenda. "Mungkin ada tugas kenegaraan lain yang harus beliau kerjakan," ujarnya.
Ketidakhadiran presiden ke Pariaman pun tidak luput dari perhatian warga yang hadir pada acara tersebut. Ketika Ganto mewawancarai salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, ia mengatakan bahwa memang kecil kemungkinan presiden akan datang ke Pariaman. Ia tidak menyesalkan hal tersebut karena katanya presiden memiliki banyak tugas. "Kalau presiden datang ya kita sambut dengan tangan terbuka, kalau tidak datang ya tidak apa-apa juga," jelasnya
Komentar (0)