Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Abu Bakar, Noor, dan Widodo, Papua telah berhasil meningkatkan nasionalisme di kalangan siswa, guru dan pemerintah. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph.D., dalam acara wisuda ke 117 di Auditorium UNP, Sabtu (14/12).
Sebagai salah satu wilayah Indonesia yang masih dibayangi dengan adanya gerakan separatis untuk memisahkan diri dari NKRI, Papua memerlukan perhatian lebih dari pemerintah agar tidak terpisah dari NKRI. Salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah yaitu dengan kembali menguatkan nasionalisme di kalangan masyarakat Papua.
Ganefri menjelaskan bahwa telah dilakukan berbagai kegiatan untuk menumbuhkan kembali nasionalisme di kalangan masyarakat Papua. Adapun kegiatan tersebut terbagi dalam tiga bagian, yakni berbasis kelas, berbasis budaya sekolah, dan berbasis masyarakat.
Penumbuhan nasionalisme berbasis kelas dapat dilakukan dengan cara menyelipkan nilai nasionalisme dalam pembelajaran dan ekstrakurikuler bagi para peserta didik. Kemudian, penumbuhan nasionalisme berbasis budaya sekolah dapat dilakukan dengan menyelipkan nilai nasionalisme dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
Sementara untuk yang berbasis masyarakat, penumbuhan nasionalisme dapat dilakukan dengan cara membuat kegiatan yang berkaitan dengan nasionalisme. "Seperti pekan nusantara, festival satu Indonesia, dan pemilihan guru paling nasionalis adalah contoh yang bisa kita terapkan di wilayah manapun di negri ini," jelas Ganefri.
Komentar (0)