Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan calon Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) UNP periode 2019-2020, Kamis (28/11).
Terdapat dua pasangan yang bertarung di Pemilihan Presiden Mahasiswa UNP tersebut. Ravi kurnia dari jurusan Matematika tahun masuk (TM) 2016 dan Yusuf Baihaqi jurusan Geografi TM 2016 sebagai Capres dan Cawapres no urut 01, dan Muhammad Tarmizi dari Jurusan Teknik Sipil TM 2016 dan Al Mukholis Siagian TM 2017 dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara sebagai Capres dan Cawapres no urut 02.
Selain dapat diakses gawai, pemilu ini juga diadakan di semua Fakultas dengan disediakan tempat memilih oleh Panitia Pemilihan Umum (PPU) menggunakan sistem e-voting yang dimulai pukul 08.00-16.00 WIB. Setelah e-voting berakhir, Panitia Pemilihan Umum (PPU) Universitas Negeri Padang (UNP) mengumumkan hasil akhir penghitungan suara pemilihan Presiden Mahasiswa UNP di Ruang Rapat Senat Lt.4 Rektorat UNP, Kamis (28/11).
Berdasarkan situs resmi e-voting UNP (http://evoting.pkm.unp.ac.id/) total suara yang memilih sebanyak 10.602 dari total jumlah mahasiswa UNP sebanyak 38.659 dan total jumlah suara yang tidak memilih sebanyak 28.057 Mahasiswa. Jumlah suara yang masuk dari delapan Fakultas yang ada di UNP, yaitu Fakultas Bahasa dan Seni sebanyak 866 suara, Fakultas Ekonomi 839 suara, Fakultas Ilmu Keolahragaan 518 suara, Fakultas Ilmu Pendidikan 1.809 suara, Fakultas Ilmu Sosial 1.774 suara, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2.774 suara, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan 685 suara, Fakultas Teknik 1.325.
Pasangan 01 Ravi kurnia dan Yusuf Baihaqi mendapatkan 7.316 suara dan Pasangan 02 Muhammad Tarmizi dan Al Mukholis Siagian 3.286 Suara. Jumlah tersebut menetapkan pasangan 01 Ravi Kurnia dan Yusuf Baihaqi sebagai peraih suara terbanyak Pemilu Presma UNP.
Dari data di atas juga terlihat minimnya antusias mahasiswa UNP untuk memilih Presma dan Wakil Presmanya. Salah seorang Mahasiswa dari jurusan Pendidikan Elekroknika Habib menjelaskan, minimnya antusias mahasiswa disebabkan karena situs e-voting sering bermasalah, Selain itu, Ismail dari Prodi Sastra Indonesia juga menuturkan penyebab minimnya Pemilu kali ini dikarenakan kurangnya sosialisasi kedua calon pasangan Presma dan wakil Presma, dan juga situs e-voting yangError di saat jam istirahat mahasiswa, "diyakini dua faktor ini menjadi penyebab minimnya pemilih", tuturnya saat ditemui Ganto
Komentar (0)