Jeruk nipis mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan, salah satunya dapat diolah menjadi sampo. Hal ini disampaikan oleh delegasi dari Universitas Sriwijaya, Muhammad Aldoni, Fajriatul Kamaliah, dan Catrina Kinanti pada acara presentasi Pekan Ilmiah dan Kompetisi Geografi (PIKOM-G) 2019 di Aula Pasca Sarjana UNP, Sabtu (23/11).
Aldoni menyatakan bahwa latar belakang diangkatnya ide ini didasarkan atas tiga hal.
Pertama, minimnya obat kutu rambut sehingga masyarakat masih menggunakan obat pembasmi kutu dan ketombe yang belum terjamin keamanannya.
Kedua, tingginya produksi jeruk nipis di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Ketiga,minimnya pengelolaan jeruk nipis sehingga petani jeruk nipis hanya menjual mentah tanpa adanya pengolahan.
"Bila menjual dalam bentuk buah berkisar 3.000 per kilonya, nilai jualnya rendah," lanjutnya.
Kemudian, Kamaliah selaku pembicara kedua menjelaskan alasan dipilih produk sampo sebagai olahan jeruk nipis karena terdapat kandungan senyawa flavonoid pada jeruk nipis yang cukup tinggi.
Ia menambahkan bahwa senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan kutu dan ketombe pada rambut dan kulit kepala.
Catriana selaku pembicara ketiga bahwa sampo merupakan kebutuhan setiap orang. Adanya pengolahan sampo dengan jeruk nipis ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Ogan Ilir, serta adanya penurunan penderita penyakit yang disebabkan oleh kutu dan ketombe.
Komentar (0)