Diskusi ilmiah yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Enviromental Science (HIMES) Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) dan Komunitas Mahasiswa EARTH dengan teknik Brainstorming. Yaitu, mengumpulkan pendapat secara leluasa yang sifatnya membangun, tidak ada tudingan dan menyalahkan.
"Karena kita bekerjasama mencari solusi terkait apa yang akan didiskusikan," jelas Osronita, Pemandu Diskusi sekaligus Ketua EARTH, Sabtu (16/10).
Diskusi yang bertajuk "Kematian Massal Ikan Hulu Batang Maek Kabupaten Limapuluh Kota," berlangsung melalui pengumpulan informasi terkait kronologis kematian massal ikan di hulu Sungai Batang Maek, tanggapan terhadap informasi terkait, dugaan penyebab kejadian, dan solusi agar pembangunan perekonomian masyarakat dapat berlanjut.
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal berharap dengan adanya diskusi ini memberikan pedoman untuk menindaklanjuti langkah-langkah yang harus dilakukan daerah ke depannya.
Ketua HIMES, Dasrizal pada akhir acara mengatakan walaupun ada perbedaan pendapat terkait penyebab matinya ikan di Batang Maek, tapi seperti itulah teknik diskusi ( Brainstorming) yang berisi ungkapan terkait persoalan yang terjadi. Hal ini juga karena belum adanya data detail penyebab matinya ikan tersebut. "Kita tunggu seminggu lagi hasil dari labor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Dewan Lingkungan Hidup Sumatera Barat," tutupnya di Gedung Rektorat Baru lantai 4, UNP.
Komentar (0)