Perseroan Terbatas (PT) Bukit Asam mendapatkan penghargaan emas pada tahun 2013 hingga 2018 sebanyak enam kali dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Hal ini disampaikan Osmon Tedy, pemateri dalam acara Seminar Nasional Mining Talk yang bertemakan Strategi Pertambangan Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Selain itu, Osmon menyampaikan bagaimana proses penambangan di PT. Bukit Asam. Proses penambangan tersebut dimulai dari tahapan eksplorasi, pembukaan lahan, pengupasan permukaan atas lapisan tanah, penggalian tanah, penggalian batubara serta penanganan, sampai kepada proses reklamasi atau pengelolaan lingkungan setelah penambangan.
Sedangkan metode penambangan, lanjut Osmon, terbagi dua yaitu shovel and truckdancontinuous mining.Pada shovel and truck, alat muat yang digunakan terdiri dari dua macam, alat muat mesin elektrik dan alat muat mesin diesel. Sedangkan dalam metode continuous mining menggunakanBucket Wheel Excavator(BWE)System.
"Misi kami mengelola sumber energi lewat pengembangan kompetensi korporasi dan keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah maksimal bagiperusahaanserta lingkungan," lanjut Osmon dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambanga, Fakultas Teknik(FT) , Universitas Negeri Padang, di Ruang Serba Guna FT, Kamis (14/11).
Komentar (0)