Dalam pengambilan video, ada tujuh aturan yang harus diperhatikan. Di antaranya cahaya yang cukup, gambar stabil, audio jelas, maksud video jelas, angle variatif, komposisi gambar proporsional, dan gambar memiliki cerita yang lengkap.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Liputan CNN Indonesia, Joni Aswira Putra pada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional di Aula Asrama Haji Jambi, Rabu (13/11).
Untuk pencahayaan, lanjutnya, biasanya juga tergantung kondisi lokasi pengambilan video dan bagaimana pengaturan cahaya saat pengeditan. "Jika ruangan yang dipakai cahayanya kurang dan pengeditan yang digunakan juga standar, maka video yang dihasilkan akan kurang bagus pencahayaannya," terang Joni.
Untuk kestabilan gambar, kata Joni, bisa didapat dengan penggunaan tripod saat pengambilan video. "Tripod itu tidak harus yang besar dan mahal yang penting bisa menstabilkan kamera saat pengambilan video," sebutnya.
Selain cahaya dan gambar yang stabil, sebutnya, video yang dibuat juga harus jelas audio atau suaranya. Hal itu bisa disiasati dengan penggunaan mik eksternal agar suara-suara di sekitar pengambilan video tidak ikut tersaring. "Bisa dengan mik eskternal atau juga melalui headshet handphone," kata Joni.
Selanjutnya yaitu aturan mengenai motif yang jelas dalam video. Dalam hal ini, katanya, videografer harus mampu mengambil momen yang tepat dengan alur rangkaian yang runtut dan jelas. "Videografer juga bisa menambahkan teks yang mampu memandu penonton memahami apa yang sedang terjadi," jelas Joni.
Joni juga menyatakan bahwa dalam pembuatan video diperlukan angle yang variatif agar video tidak monoton. Komposisi gambar juga harus proporsional, jelasnya, dengan maksud agar gambar-gambar dalam video saling berkaitan dan memiliki hubungan yang jelas.
"Videografer juga harus memikirkan bredging atau jembatan untuk pindah ke scene berikutnya, jangan sampai gambar kita jumping," ujar Joni.
Komentar (0)