Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Padang (UNP), Dr.s Yushamdi, dalam kesempatannya menyebutkan bahwa pergeseran-pergeseran nilai yang terjadi di bidang pendidikan menyebabkan adanya beberapa hal yang perlu dipacu.
Hal ini disampaikannya dalam Opening Ceremony PPIPM Fair 2019 sekaligus Workshop Artikel dan Jurnal Ilmiah di Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi Lt.4 UNP, Senin (28/10).
Contohnya saja di Indonesia, lanjut Yushamdi, tiap periode kementrian-kementrian setiap periode berubah formatur. "Misalnya sekarang, lebih digiatkan Indonesia generasi emas 2045," jelasnya.
Perubahan-perubahan yang terjadi saat ini di revolusi 4.0, kata Yushamdi, perlu mendapat perhatian. Ia menambahkan bahwa revolusi itu juga diikuti dengan disrupsi fundamental yang merubah segala hal, mulai dari pola hidup, pelayanan, dan lainnya. "Yang dulunya manual sekarang semuanya era digitalisasi," ucapnya.
Yushamdi menjelaskan bahwa riset perlu diperbanyak untuk menyikapi perubahan-perubahan mendasar tersebut melalui karya ilmiah dan publikasi sehingga masyarakat tidak terjebak dengan perubahan fundamental di era revolusi 4.0.
Labih lanjut Yushamdi mengatakan bahwa sebagai orang timur, masyarakat Indonesia harus peduli terhadap adanya revolusi 4.0 yang membawa dampak digitalisasi pada semua bidang.
"Jika tidak dilakukan riset, misalnya di dunia pendidikan, ada ruang guru, belajar tanpa ada bertemu dengan guru, perkuliahan die-learning, bagaimana nantinya dengan karakter anak-anak kita? Hal ini perlu diperhatikan dan dilakukan riset dan publikasi," tegas Yushamdi.
Komentar (0)