Bagi seorang pemimpin, kerangka berpikir merupakan suatu keharusan yang dimiliki serta dipertanyakan ketepatannya. Hal ini disampaikan oleh Rahmaddian, S.Pd., saat menjadi pemateri pada Gebyar Kampus Merah dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Taman Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Senin (28/10).
Selain kerangka berpikir, lanjutnya, kemampuan membaca situasi dan kondisi sangat diperlukan dalam jiwa seorang pemimpin. "Agar ia tahu arah akan ke mana saat situasi yang tiba-tiba muncul tanpa diduga," ujar Rahmaddian.
Sebagai pemimpin, kata Rahmaddian, seorang pemuda tidak boleh berorientasi kepada uang, lebih mengutamakan hasil dibandingkan prosesnya. Seorang pemimpin juga harus mampu merangkul setiap anggotanya serta bersikap bijaksana tanpa membeda-bedakan.
Rahmaddian juga menyampaikan bahwa seorang pemimpin yang berbicara hanya berdasarkan data tanpa media juga tidaklah berguna. "Karena apapun gagasan cerdas yang ia dan anggotanya punya, tidak bisa terasampaikan ke khalayak umum," jelasnya.
Untuk itu, seorang pemimpin harus serba bisa. "Data, media, dan cara berkomunikasi hanyalah kemampuan dasar yang mesti dimiliki seorang pemimpin," sebut Rahmaddian.
Selain itu, Rahmaddian juga memaparkan bahwa untuk dapat menjadi seorang pemimpin harus mampu berpikir jauh ke depan. Artinya, tidak lagi hanya memperdebatkan mana yang salah dan yang benar, tetapi mampu mencari solusi umtuk setiap permasalahan yang ada.
Komentar (0)