Menjawab tantangan Revolusi 4.0, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang menggelar Seminar Nasional Bahasa Jepang I (MINASAN I) di Teater Mursal Esten Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (22/10).
Tema yang diangkatkan pada seminar ini yaitu "Inovasi Pembelajaran Bahasa Jepang serta Implementasinya Menjawab Tantangan RI 4.0".
Seminar ini dibuka secara langsung oleh Dekan FBS UNP, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. Dalam sambutannya, Ermanto mengungkapkan bahwa seminar ini sangat penting untuk diadakan guna mengembangkan pendidikan bahasa Jepang dalam menghadapi Revolusi 4.0.
Melalui seminar ini, kata Ermanto, diharapkan agar publisitas tulisan dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang dapat meningkat. "Makalah-makalah yang ditampilkan dapat terindeks secara nasional dan internasional diharapkan nantinya," ungkapnya. Ermanto juga berharap agar acara ini akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Ketua Pelaksana MINASAN I, Damai Yani, M.Hum., mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para pembelajar bahasa Jepang tidak gagap lagi dengan teknologi. Melalui seminar ini, ia berharap ilmu pengetahuan bahasa Jepang dapat memberikan inovasi dalam memenuhi tuntutan Revolusi 4.0.
Damai juga menambahkan bahwa MINASAN 1 ini menghadirkan tiga pembicara utama. Mereka adalah Dr. Dedi Sutedi, M.A., Ed dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Hendri Zalman, S.Hum. M.Pd., dari UNP dan Natsuko Sughisima dari Japan Foundation. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh beberapa pemakalah yang berasal dari berbagai daerah, seperti Padang, Bandung, Jakarta, dan Riau.
Pemateri pertama, Dedi Sutedi, menyampaikan artikelnya dengan judul "Prospek Pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia". Ia menjelaskan bahwa program pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jepang dan peningkatan kualitas pendidikan bahasa Jepang dapat mewujudkan revoulsi mental.
Selanjutnya, pemateri kedua, Hendri Zalman, memaparkan artikelnya dengan judul "Pendidikan 4.0 dan Pembelajaran Bahasa Jepang Berbasis Teks".
Sementara pemateri ketiga, Natsuko Sughisima menjelaskan artikelnya yang berjudul "Developing Students' Autonomy for Language Learning and Teachers' Roles in the Digital Age". Ia menyebutkan bahwa guru harus mampu memaksimalkan teknologi dan informasi untuk mempermudah siswa belajar dan memperoleh keterampilan Bahasa Jepang.
Selain itu, MINASAN I juga mengangkatkan beberapa subtema. Di antaranya pembelajaran bahasa, sastra, dan budaya Jepang, bahasa Jepang (linguistik/sastra) dan kontribusinya terhadap pembelajaran, budaya Jepang dan kontribusinya terhadap pembelajaran, serta evaluasi dan penilaian pembelajaran bahasa dan budaya Jepang.
Komentar (0)