Indonesia Heritage Foundation (IHF) bersama Organisasi Aksi Asolidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) yang didukung oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan Pelatihan Akbar Guru Paud/ TK. Acara yang berlangsung tiga hari mulai 23-25 Oktober ini diadakan di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP).
Pelatihan ini telah dilaksanakan semenjak 2016 lalu, berupa Roadshow di berbagai daerah Indonesia dan telah diikuti lebih dari 76.000 guru. Kegiatan ini diikuti secara gratis oleh guru Paud/ TK.
Kali ini, Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman berkesempatan mendapat giliran melaksanakan pelatihan Akbar dengan mengusung tema " Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK): Pendekatan Efektif dan Saintifik Untuk Membentuk Akhlak, Daya Pikir Kritis, dan Kreativitas Anak"
Pada hari ketiga, dengan materi " Pendekatan Saintifik Berbasis Karakter" acara ini menghadirkan pemateri seorang trainer pendidikan berkarakter , Mohammad Arif Fadlillah.
Arif menjelaskan bahwa Pendekatan saintifik bukan hanya memberikan pengetahuan tetapi bagaimana seorang guru dapat mengajarkan skill dan menanamkan kebiasaan yang baik kepada peserta didik."Selain dari mengajak anak berpikir kritis atau Higher Other Thinking Skill (HOTS) tetapi guru juga mengarahkan anak untuk menjadi pribadi berkarakter dengan menyediakan sarana dan prasarana,"jelasnya Jumat(25/10).
Selain itu untuk menarik minat anak, Arif menyampaikan ada beberapa hal yang harus dilakukan seorang guru.Pertama melakukan pembelajaran sambil bermain, kedua kegiatan belajar haruslah berpusat pada anak, dan ketiga guru mendukung aktivitas anak dengan memberikan motivasi apabila anak belum bisa dan memberikan apresisasi ketikia anak telah berhasil mengerjakan sesuatu.
Lebih lanjut, Arif memaparkan pendekatan saintifik melalui empat tahapan diantaranya, mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi,dan terakhir mengomunikasikan."Saat seorang anak bertanya kenapa langit bewarna biru, itu artinya ia tengah mengamati, seorang guru tidak boleh menjawab karena memang begitu adanya, tetapi cobalah untuk menjawab dengan memunculkan rasa keingintahuan anak sehingga pertanyaan tidak terhenti disitu saja " lanjutnya dihadapan guru-guru Paud maupun TK.
Komentar (0)