Kampus II Lubuk Buaya lain lagi, satu-satunya kampus cabang di bawah pengawasan Fakultas Ilmu Keolahragaan ini sejak tahun 2008 lalu baru menerima aula dan fasilitas ruang fitnes untuk praktik mahasiswa. Hanya saja pada fasilitas lain seperti lapangan bola yang digunakan untuk praktik perkuliahan dan kegiatan lainnya, sering tergenang air serta semak belukar dibiarkan tumbuh tinggi disekelilingnya. Sementara itu kampus II Bandar Buat lebih beruntung lagi. Selain bangunan kampus yang baru direnovasi, kampus PGSD ini pun telah memiki mobil operasional jurusan sendiri.
Melihat beberapa fakta fasilitas kampus cabang UNP, diakui Pembantu Dekan II FIP, Drs. Taufik, M.Pd.Kons. memang masih kurang diperhatikan, meski sebenarnya beberapa perbaikan telah dijalankan. "Mungkin universitas masih terfokus pada pembangunan kampus pusat yang rusak akibat gempa," tuturnya, Selasa (13/7). Untuk kelanjutan perbaikan ke depan, jelas Taufik, sebenarnya telah dialokasikan dana bantuan gempa BNR sebanyak 300 juta untuk kampus Limau Manis, dan 900 juta untuk kampus Bandar Buat yang akan difokuskan untuk pembangunan asrama. "Ke depannya, kampus cabang memang perlu perhatian khusus," ucapnya.
Saran saya, lanjut Taufik, jika jadi pembangunan dan perbaikan di kampus pusat UNP ini dengan dana bantuan IDB yang 290 milyar itu, maka seharusnya dana UNP bisa difokuskan untuk pembangunan dan perbaikan kampus cabang. "Sebab kampus cabang sangat berpotensi untuk di kembangkan dan dapat membawa nama baik UNP nantinya," ujarnya.
Uun/Della
Laporan: Pri/Yasman/Winda
Komentar (0)