"Genre romance adalah genre cerita yang paling mudah untuk diterima sampai sekarang," ungkap Ahimsa Azaleav seorang blogger dan penulis novel dalam acara Seminar Kepenulisan Nasional yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika (LPM Dinamika) Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UIN SU) di Aula Lt. 2 Kampus II UIN SU, Minggu (13/10).
Menurut Ahimsa, setiap cerita tidak hanya memerlukan unsur romance di dalamnya. Namun, juga diperlukan unsur lain sebagai pengembang cerita tersebut. "Jadi, tidak hanya bercerita kisah dua orang yang bertemu lalu berpisah saja," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahimsa mengakui hobi menulis ini sudah ia tekuni sejak masa perkuliahan dengan menulis di blog. "Sempat diejek teman karena isinya cerita galau," akunya. Namun, ia mengatakan bahwa hal tersebut tak meruntuhkan minatnya dalam menulis.
Menurutnya ketika menulis yang diperlukan adalah bagaimana kita mengutarakan rasa dalam cerita namun juga tersampaikan kepada pembaca.
Tidak jauh berbeda dengan penuturan Ahimsa, penulis novel Jatuh dan Cinta, Boy Candra, menyampaikan bahwa yang penting bagi sebuah tulisan adalah gagasannya. "Semakin banyak buku yang laku, semakin banyak gagasan penulis yang tersampaikan," tuturnya.
Menurut Boy, banyak yang mengatakan bahwa minat baca di Indonesia masih kurang. Dari hal tersebut ia berusaha untuk menimbulkan minat baca lewat genre romance. "Romance adalah genre yang paling sesuai dengan umur remaja," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa setiap orang memiliki tahapannya dalam membaca dan romance merupakan tahapan awal untuk mengambil hati pembaca.
Komentar (0)