Tim Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Padang (UNP) adakan Program Nagari Binaan tentang Mekanisme Saat Gempa dan Tsunami di Nagari Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Mentawai pada 11 hingga 14 September lalu.
Ketua Tim, Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D., Eng., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh letak geografis Nagari Watobe yang dekat dengan sumber gempa dan juga rentan terhadap jangkauan tsunami.
Tujuan utama program ini, kata Rusnardi, untuk menjadikan Nagari Matobe menjadi nagari tangguh bencana gempa dan tsunami.
"Program ini juga merupakan program pemerintah yang sebenarnya telah memprioritaskan Nagari Matobe menjadi nagari tangguh bencana," ujar Rusnardi kepadaGantodi Jurusan Teknik Sipil FT UNP, Jumat (11/10).
Rusnardi juga mengungkapkan bahwa ada beberapa poin penting yang disampaikan dalam pengabdian masyarakat ini. Di antaranya mengenai apa itu gempa dan tsunami, bagaimana material-material yang bagus dan sesuai dengan standar bangunan, bagaimana cara membangun bangunan yang ramah terhadap gempa, dan bagaimana memperkuat bangunan supaya aman terhadap gempa. Selain itu, juga dipaparkan bagaimana cara bersikap dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi gempa dan tsunami.
Lebih lanjut, Rusnardi mengatakan bahwa kegiatan itu ditargetkan kepada murid Sekolah Dasar dan masyarakat umum. Ada dua SD yang menjadi tempat penyuluhan ini, yaitu SD 19 Matobe dan SD 8 Matobe. "Untuk masyarakat umum, ditargetkan kepada tukang dan para pemilik bangunan yang dilaksanakan di salah satu gereja di Matobe," tuturnya.
Dalam penyampaian materi gempa dan tsunami di SD, kata Rusnardi, tim PKK UNP menggunakan kostum Doraemon yang langsung dikirim dari Jepang karena kegiatan itu juga diikuti oleh para akademisi Jepang. "Ada dua univesitas Jepang yang ikut serta dalam pengabdian ini, yaitu Kansai University dan Tottori University," imbuhnya.
Untuk kelanjutan kegiatan ini, lanjut Rusnardi, akan dilaksanakan tahun depan. Nantinya masyarakat akan diberikan semacamworkshopatau demo mengenai cara membangun, bahan apa yang cocok digunakan dan cara memperkuat bangunan agar tahan terhadap gempa.
"Kami juga akan memasang rambu-rambu jalur evakuasi dan mapping atau peta wilayah-wilayah yang aman terhadap bencana berdasarkan perbandingan antara tinggi permukaan tanah dengan air laut," ujar Rusnardi.
Komentar (0)