Hari kedua Wisuda periode ke-116 Universitas Negeri Padang (UNP) dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pasaman, Yusuf Lubis, S.H., M.Si., di Gedung Auditorium UNP, Minggu (15/9).
Kedatangan Yusuf ke UNP ini dilakukan dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam hal peningkatan pendidikan di Kabupaten Pasaman dan Orasi Ilmiah dengan tema "Pengembangan dan Kebijakan Pendidikan Kabupaten Pasaman".
Dalam orasinya, Yusuf menyampaikan bahwa tingkat pendidikan di Kabupaten Pasaman masih rendah dibanding kabupaten lainnya di Sumatera Barat. Oleh karena itu, penandatanganan MoU ini dapat menjadi salah satu langkah awal mengembangkan pendidikan di Kabupaten Pasaman.
"Kami sangat berterima kasih kepada bapak rektor atas kebaikannya mengutus tenaga pendidik dan mahasiswa ke tempat kami untuk mengembangkan dan memberdayakan pendidikan di Kabupaten Pasaman," tutur Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa salah satu kebijakan dalam bidang pendidikan Kabupaten Pasaman yaitu program wajib belajar selama 9 tahun.
Ia menambahkan bahwa saat ini untuk jenjang pendidikan formal di Kabupaten Pasaman, ada sekitar 243 Sekolah Dasar (SD) negeri, tiga SD swasta, 10 Madrasah Ibtidayyah(setara SD), 13 Madrasah Tsanawiyah(setara SMP), 14 Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta, 9 Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta, 10 Madrasah Aliyah(setara SMA), dan dua Perguruan Tinggi.
"Melalui program ini, angka anak usia sekolah di Kabupaten Pasaman meningkat. Di sana juga ada sekolah inklusi yang menampung anak berkebutuhan khusus, seperti Sekolah Luar Biasa," ujar Yusuf.
Yusuf juga mengucapkan terima kasihnya kepada UNP, terutama kepada Rektor UNP, Prof. Dr. Ganefri, Ph.D., atas rencana UNP yang akan memberikan beasiswa Bidikmisi untuk 20 orang pelajar pada 2020 mendatang.
Komentar (0)