"Selama proses evakuasi, kemacetan berpotensi terjadi jika kami tidak dapat memberikan rencana evakuasi dengan baik,"jelas Jumadi, salah seorang peserta presentasi jurnal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Jumadi menjelaskan jurnalnya pada acara diskusi panel Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf Indonesia (PIT IGI) XXI dan The 1st International Conference of Geography(IC GEO) di Pascasarjana lantai 1 Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (8/9).
Jurnal Jumadi yang berjudul Agent Based Simulation of Varying Evacuation Scenarios in Merapiini terinspirasi setelah Liputan6.com yang melaporkan mengenai pernyataan dari seorang pengungsi pada tahun 2010 yang mengatakan bahwa pergerakan warga kota secara simulasi membuat Kaliurang penuh dan terjadi beberapa kecelakaan dalam proses evakuasi.
Sehingga menurutnya butuh strategi evakuasi yang potensialuntuk memecahkan masalah, tetapi ada metode terbatas tentang bagaimana merancang pementasan.
Selain itu, efektivitas strategi ini masih perlu diuji dibandingkan dengan satu simultan. "Kita perlu strategi evakuasi, simultan, dan bertahap," ungkapnya.
Penelitiannya ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah metode dalam merancang skenario evakuasi berdasarkan karakteristik geodemografi pengungsi. Kemudian menerapkan skenario dalam model berbasis agen evakuasi untuk mengamati hasilnya.
Komentar (0)