Pada hari kedua pelaksaan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf Indonesia (PIT IGI) XXI dan The 1st International Conference of Geography (IC GEO) diadakan diskusi panel dengan beragam tema di beberapa ruangan di Pascasarjana lantai 1 Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (8/9).
Acara ini dilaksanakan oleh Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNP. Pada salah satu ruangan yang dimasuki Ganto membahas tentang "Mitigation on Geology and Hydrometeorologycal Hazard."
Ada beragam jurnal yang dipresentasikan dalam bahasa Inggris oleh peserta PIT IGI XXI dan IC GEO. Salah satunya jurnal karya Alil Noor Anna, Yuli Priyana, Rudiyanto, Vodya Nahdiyatul Fikriyah dari Universitas Negeri Surakarta.
Alil Noor Anna menjelaskan jurnalnya yang berjudul "Water Resources Management Model Based Area: A Case Study in Some Areas of Bengawan Solo" (Area Berbasis Model Manajemen Sumber Daya Air: Studi Kasus di Beberapa Daerah di Bengawan Solo). Ia menjelaskan bahwa ada lima hal dalam pengenalan manajemen sumber daya air yang harus diperhatikan.
Pertama, kondisi air sangat berperan penting. Kedua, determiner untuk menilai kondisi sumber daya air. Ketiga, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) terpusat dan berjalan secara independen di antara para pemangku kepentingan. " Jika ini terjadi, maka berakibat pada manajemen air yang optimal," jelasnya.
Keempat, manajemen DAS berada di seluruh wilayah administratif. Kelima, manajemen sumber daya air berbasis regional sangat dibutuhkan antara pemangku kepentingan untuk pengelolaanyang efektif dan efisien.
Tujuan jurnal yang ditulis Anna dan kawan-kawannya ini untuk membuat model kebijakan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air daerah dan mengakomodasi gagasan antara pemangku kepentingan.
Bahan dan metode yang digunakan adalah penentuan berdasarkan pendekatan DAS atau daerah aliran sungai, data primer (manajemen DAS saat ini) yang diperoleh melalui aktivitas FGD. "Itu dilaksanakan dengan pemerintah, LSM, dan sektor swasta," ungkapnya.
Kemudian juga digunakan data sekunder seperti kejadian bencana, data fisik, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari studi yang telah dilakukan peneliti dari literatur yang bersumber dari jurnal dan internet serta analisis data menggunakan teknik kualitatif deskriptif.
Dari penelitian tersebut, hasilnya berupa regionalisasi sumber daya air. Untuk komponen yang harus diperhitungkan dalam regionalisasi pengelolaan sumber daya air adalah jenis sumber airnya (air hujan, air permukaan, dan air tanah), waduk air atau kontainer (geomorfologi, berlayar dan geologi), vegetasi atau penggunaan lahan, serta populasi dan kondisi sosial ekonomi.
Komentar (0)