Menurut Hanif Sudira, ketua pelaksana Tensai mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan pelajar, dalam memahami konsep mata pelajaran yang diujikan. Disamping itu, mempersiapkan pelajar Sumatera Barat menghadapi olimpiade tingkat nasional hingga internasional. Kemudian, menciptakan guru-guru yang berkualitas dalam mengajar. Melalui kompetisi Pra olimpiade menurut Hanif, akan memberikan motivasi kepada pelajar agar dapat bersaing tidak hanya di tingkat lokal, namun mampu bersaing pada tingkat internasional. Sehingga, terciptalah pendidikan yang berkualitas. "Guru dan pelajar harus sama-sama bermutu untuk menciptakan pendidikan berkualitas" Ujarnya, Sabtu (4/2).
Selanjutnya, Diki Dwi Septian sebagai panitia menambahkan, acara Tensai kali ini berbeda dengan sebelumnya. Saat pelaksanaan pertama, Pra olimpiade hanya ditujukan untuk siswa SLTA dan sederajat. Kali ini, Tesai menambah kapsitas yaitu, untuk SD sederajat 300 siswa, SLTP 1000 siswa, SLTA 3000 dan 50 guru. Adapun mata pelajaran yang dilombakan adalah SMA Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Kebumian, Ekonomi, Geografi dan Desain Grafis. Tingkat SLTP Matematika, Fisika, Biologi dan IPS. Untuk SD diujikan Matematika, Animasi dan IPA, "Diharapkan kedepan peminat kompetisi ini semakin bertambah agar pelajar dan guru bisa meningkatkan kemampuanya," Harapnya, Sabtu (4/2).
Rafil Triyhasman siswa SMAN 1 Lubuk Alung mengatakan, sebagai peserta ia berharap bisa mengikuti kompetisi dengan baik. Berdasarakan penuturannya, Rafli pernah meraih juara ketiga olimpiade Fisika tingkat profinsi Sumatera Barat pada tahun 2010 lalu. "Oleh karena itu, saya optimis untuk menang." Ujarnya, Sabtu (4/2). Berbeda dengan Rindu aninditha Putri, siswa kelas X SMAN 2 Padang mengatakan, untuk pertamakalinya Rindu mengikuti kompetisi, sehingga ia tidak begitu yakin untuk menang. Meskipun demikian, menurutnya ia telah berusaha mempersiapkan kompetisi tersebut. "Masih mencari-cari pengalaman."Ungkapnya, Sabtu (4/2). Nunung
Komentar (0)