Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Diskusi Terbuka yang dibuka langsung oleh Rektor UNP, Prof. Ganefri Ph. D., di Auditorium UNP, Jumat (23/8).
Acara ini mendatangkan Direktorat Kerjasama Politik Keamanan ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI, Niwa Rahmad Dwitama.
Dalam penjelasannya, Niwa menyampaikan bahwa terorisme merupakan tindakan yang memiliki tujuan politik, hukum, sosial, ekonomi dengan metode tekanan, ancaman, intimidasi, dan kekerasan terhadap masyarakat suatu wilayah.
Selain itu, lanjut Niwa, terorisme semakin kompleks dengan mencakup berbagai aspek serta banyaknya perekrutan terorisme. Melalui banyak media, terorisme yang dulunya hanya berbentuk bom, sekarang berbentuk terorisme cyber..
Niwa juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa pendekatan untuk penanggulangan terorisme. Di antaranya hard approach, yaitu melibatkan aparat penegak hukum (Polri, Kejaksaan Agung, dan Hakim) dan
soft approach, yaitu program deradikalisasi, kontra radikalisasi yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
Pendekatan komprehensif dalam penanggulangan terorisme sangat penting dilakukan. Menurut Niwa, masyarakat merupakan aktor utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan terorisme.
Tidak hanya itu, Niwa juga mengingatkan agar para pemuda, termasuk mahasiswa untuk selalu mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan budaya toleransi di tengah masyarakat. "Mahasiswa adalah status istimewa untuk menjadi pribadi yang prestatif dan kontributif dalam membangun bangsa," ungkapnya.
Komentar (0)