Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Pelatihan Buddy bagi 21 mahasiswa UNP yang lulus seleksi di Ruang Senat Lt.3 UNP, Sabtu (17/8). Bertemakan "Cross Cultural Understanding", acara ini menghadirkan Dosen Jurusan Bahasa Inggris, Desvalini Anwar, S.S., M.Hum., Ph.D., sebagai pemateri.
Di awal pemaparan materinya, Desvalini memberi waktu bagi para Buddy untuk berkenalan dengan salah satu teman di sampingnya. Selain harus mengetahui nama dan identitas lainnya, mereka juga harus menanyakan fakta menarik dari temannya tersebut lalu kemudian menampilkannya ke depan dengan berbahasa Inggris secara berpasangan. Di tengah penampilan para Buddy tersebut, Desvalini mengungkapkan bahwa di awal pertemuan Buddy dengan mahasiswa asing yang akan didampinginya, mereka harus terlebih dahulu melakukan pendekatan. "Salah satunya adalah dengan menanyakan hal-hal menarik yang tidak banyak diketahui orang lain tentangnya. Cara itu akan menimbulkan kedekatan tersendiri antara Buddy dengan mahasiswa asing tersebut," ujarnya.
Selain itu, penguasaan berbagai bahasa, kata Desvalini, juga dapat menciptakan warna tersendiri ketika dikolaborasikan saat berkomunikasi. Perpindahan dari satu bahasa ke bahasa lain merupakan hal yang sangat menarik. Ia menambahkan bahwa menguasai suatu bahasa berarti juga harus menguasai budaya masyarakat pemakai bahasa tersebut. "Adakalanya terjadi missunderstanding ketika kita tidak mengetahui budaya dari masyarakat bahasa tersebut," ujar Desvalini.
Hal tersebut terdiri dari beberapa aspek, yaitu makanan, perayaan, musik, seni, pakaian, peribadahan, dan juga tarian. Kebudayaan merupakan pola perilaku yang dipelajari dan dibagikan, kepercayaan, nilai, pengetahuan, bahasa, serta cara hidup kelompok sosial tertentu, etnik, atau kelompok usia tertentu. "Kebudayaan dan pengalaman hidup kita menentukan bagaimana cara kita membuat sebuah keputusan. Kita memutuskan benar atau salah, terhormat atau tidak terhormat sesuai dengan apa yang orang tua atau orang-orang penting di sekitar kita ajarkan," ungkap Desvalini.
Pemahaman lintas budaya, tutur Desvalini, lebih dari hanya sekedar menyadari bahwa budaya lain berbeda dari budaya sendiri. Jalan untuk memahami budaya yang berbeda ialah belajar mengenali individu yang berbeda, mendapatkan penghargaan, rasa hormat, dan pengetahuan tentang budaya lain yang berbeda. Desvalini menegaskan bahwa para Buddy harus mengetahui budaya dari masing-masing mahasiswa asing yang akan dibimbingnya. Keramahtamahan dan wajah yang friendly harus dimiliki seorang Buddy. Tidak hanya itu lanjutnya, seorang Buddy harus merencanakan beberapa aktivitas bersama rekannya."Setelah nanti kalian mengetahui mahasiswa dari mana yang akan kalian bimbing, segera cari tahu dan belajar bahasa mereka, yang simple-simpel saja cukup," ujar Desvalini.
Komentar (0)