Mahalnya pengobatan menjadi alasan beberapa mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) menciptakan sebuah alat terapi untuk para penderita kelainan gerak. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC), Annisa selaku ketua beserta tim membuat sebuah alat terapi otomatis yang dinamai Tomat Bike.
Annisa mengatakan bahwa Tomat Bike merupakan inovasi dari salah satu alat gym, yaitu treadmill. "Pada umumnya treadmill berguna untuk membentuk otot pada kaki bagi orang yang malas lari di luar ruangan. Nah, Tomat Bike ini adalah bagaimana memberi stimulus pada alat gerak dan memperlancar aliran darah para penderita kelainan gerak," jelas Annisa.
Selain itu, Annisa juga menjelaskan bahwa Tomat Bike ini ditujukan pada penderita stroke, kanker sumsum tulang belakang, muscular dystrophy, dan cerebral palsy yang minim akan gerak dan selalu mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang.
Alat yang berbahan dasar besi stalbus ini, kata Annisa, dilengkapi dengan beberapa bagain penunjang. Di antaranya, layar monitor untuk menampilkan kecepatan dan waktu, timer untuk melihat waktu pemakaian yang disesuaikan dengan kebutuhan si penderita, high speed dan low speed untuk mempercepat atau memperlambat putaran motor, kursi sebagai tempat duduk si pengguna, sabuk sebagai pengaman, motor listrik sebagai penggerak pedal, dan pulley sebagai transmisi pemindahan putaran dari motor listrik menuju pedal sepeda. "Dikatakan otomatis karena Tomat Bike ini menjadi penggerak bagi si pengguna," imbuh Annisa.
Annisa berharap nantinya Tomat Bike bisa diproduksi secara masal dan bermanfaat bagi masyarakat.
PKM-KC ini, lanjut Annisa, beranggotakan tiga orang mahasiswa UNP, yaitu Annisa dan Fairuz Luthfiyah dari Jurusan Pendidikan Luar Biasa serta Ahlul Aulianur dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektro.
Komentar (0)