Guna meminimalisir kecelakan yang terjadi pada bayi atau anak yang diletakkan di dalam troli, Gheri Febri Ananda (Pendidikan Teknik Elektro TM 2016), Cici Wahyuni (Pendidikan IPA TM 2017), dan Ellsa Sania (Fisika TM 2016) didampingi oleh Dr. H. Sukardi, M.T., menciptakan alat yang diberi nama Troli Sayang Mama (TROSAMA).
Alat ini diciptakan supaya ibu-ibu yang membawa anak ketika berbelanja tidak perlu lagi mendorong troli dan bisa fokus menggendong anak mereka. "Kami melihat ibu-ibu kesusahan dalam mendorong troli, apalagi ketika membawa anak dan harus memilih belanjaan," jelas Gheri, selaku Ketua tim ketika ditemui Ganto di Selasar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (25/6).
Gheri menjelaskan bahwa alat ini berbasis pengolahan citra atau image processing yang mengikuti pengguna secara otomatis. Pada 23 Maret 2019, lanjut Gheri, TROSAMA berhasil lolos tahap seleksi proposal Program Kreatif Mahasiswa Karsa Cipta (PKM KC) dan didanai sebesar Rp 8.700.00,00 oleh Kemenristekdikti.
Troli ini ada sensor kamera yang akan mendeteksi aksesoris khusus berwarna orange pada penggunanya, kata Gheri, sehingga kamera yang ada pada troli akan mendeteksi pengguna troli ketika ia berjalan. "Troli ini akan mengikuti terus. Dengan demikian ibu-ibu yang membawa anak tidak usah mendorong lagi," jelasnya.
Untuk pengerjaan troli ini sendiri, kata Gheri, memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan setelah proposal PKM KC mereka dinyatakan lulus. Pada rentang waktu tersebut, mereka mencari bahan, desain, merancang timeline, konsultasi dengan pembimbing, dan sebagainya sehingga terciptalah TROSAMA. Bahan-bahan pembuatanTROSAMA mereka beli online karena susah didapatkan di Padang. "Untuk motor, rodanya, driver motor serta kamera kami beli lewat online," ungkap Gheri.
Saat ini, lanjut Gheri, PKM KC TROSAMA telah mensubmit artikel ilmiah yang berjudul Design of An Automatic Follower Shopping Trolley Based On Image Processing di jurnal internasional TEKNOMEKANIK dan pada 12 Juni 2019 telah mendapat sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas artikel ilmiah yang telah dibuat.
Gheri berharap PKM KC bisa lolos di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-32 di Universitas Udayana Bali serta mengharumkan almamater UNP. "Selain itu juga bisa dimanfaatkan oleh orang banyak dengan mempelajari jurnalnya," tutup Gheri.
Komentar (0)