Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Wisuda periode ke-115 untuk Program Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma di Auditorium UNP, Minggu (23/6). Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Padang Panjang, H. Fadli Amran, B.B.A., untuk memberikan orasi ilmiah kepada 938 wisudawan.
Dalam orasinya, Fadli mengatakan momen wisuda adalah momen yang luar biasa penting karena momen ini sangat diidam-idamkan oleh orang tua. Para wisudawan harus menyadari bahwa cita-cita yang tinggi harus diperjuangkan. "Sebagai kaum milenial wisudawan akan diberikan begitu banyak tuntutan di masa yang akan datang," ungkapnya.
Sesuai dengan UU nomor 40 tahun 2009, lanjut Fadli, pemuda-pemudi digolongkan memiliki usia di bawah 30 tahun. Ia berpesan bahwa pemuda harus berproses karena kesempatan untuk berproses tersebut hanya ada pada waktu muda. "Kalau sekarang umur wisudawan 25 tahun, maka tinggal 5 tahun lagi masa wisudawan untuk berproses," ujarnya.
Selain itu, Fadli juga mengungkapkan bahwa pada masa revolusi 4.0, pemerintah hanya hadir sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai kolabolator. Wisudawan dituntut untuk serba bisa, bukan hanya satu atau dua keahlian saja. Tantangan yang begitu berat ini merupakan salah satu bonus demografi. Oleh karena itu, kata Fadli, wisudawan perlu untuk menggali potensi yang ada pada dirinya.
Pada kesempatan ini, Fadli juga menyampaikanquotesBuya Hamka yang berbunyi "Kalau hidup hanya sekedar hidup maka babi hutanpun hidup, kalau bekerja hanya sekedar bekerja maka kerapun bekerja" untuk memotivasi wisudawan.
Di akhir orasinya, Fadli menghimbau wisudawan untuk meraih prestasi yang mempunyai daya saing. Wisudawan diharapkan nantinya menjadi pemuda yang berkontribusi untuk seluruh limit karena tertumpang harapan yang sangat luar biasa pada wisudawan. "Jadikan momen yang luar biasa ini sebagai awal untuk memulai semuanya," tutup Fadli.
Komentar (0)